Penjelasan Program: Sedekah Oksigen Batch 6
Saya Fatahillah mewakili kegiatan sedekah oksigen, Sedekah Oksigen adalah inisiatif berkelanjutan dari Yayasan Teduhi Bumi Indonesia yang mengonversi kepedulian sosial menjadi aksi nyata penghijauan. Pada edisi ke-6 ini, kami memfokuskan aksi di Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu pada 28-29 Maret 2026.
Mengapa kami memilih wilayah ini? Desa Tambora bukan sekadar titik geografis, melainkan benteng ekologis penting di kaki Gunung Tambora yang memerlukan perhatian serius untuk menjaga keseimbangan alam.
Pilar Utama Kegiatan
Melalui donasi Anda, Yayasan Teduhi Bumi Indonesia berkomitmen untuk menjalankan lima misi utama:
Reboisasi & Konservasi Hutan
Mengembalikan fungsi hutan yang terdegradasi dengan menanam bibit pohon produktif dan endemik. Hal ini bertujuan untuk memulihkan "paru-paru" dunia dan menekan laju perubahan iklim.
Perlindungan Sumber Mata Air
Pohon yang kita tanam berfungsi sebagai penyerap air tanah alami. Dengan menjaga tutupan hutan di Desa Tambora, kita memastikan ketersediaan air bersih bagi warga dan generasi mendatang tetap terjaga.
Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Hutan yang sehat adalah rumah bagi berbagai flora dan fauna. Kegiatan ini berupaya memulihkan ekosistem agar rantai makanan dan kekayaan hayati di kawasan Tambora tetap lestari.
Dampak Ekonomi Masyarakat Lokal
Kami tidak hanya menanam lalu pergi. Jenis bibit yang dipilih memiliki nilai ekonomis (seperti pohon buah atau komoditas hutan non-kayu) yang hasilnya dapat dikelola oleh warga desa, sehingga konservasi berjalan selaras dengan kesejahteraan.
Mengapa Donasi Anda Begitu Berarti?
Setiap rupiah yang Anda donasikan bukan hanya ditukar dengan bibit pohon, melainkan sebuah investasi ekologis. Oksigen yang dihasilkan dari pohon-pohon ini akan dihirup oleh siapa saja tanpa batas, menjadikannya sebuah amal jariyah yang terus mengalir selama pohon tersebut berdiri dan memberi manfaat.
Di Desa Tambora, kita tidak hanya menanam pohon; kita sedang menanam harapan untuk bumi yang lebih teduh.

Penjelasan Program: Sedekah Oksigen Batch 6
Saya Fatahillah mewakili kegiatan sedekah oksigen, Sedekah Oksigen adalah inisiatif berkelanjutan dari Yayasan Teduhi Bumi Indonesia yang mengonversi kepedulian sosial menjadi aksi nyata penghijauan. Pada edisi ke-6 ini, kami memfokuskan aksi di Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu pada 28-29 Maret 2026.
Mengapa kami memilih wilayah ini? Desa Tambora bukan sekadar titik geografis, melainkan benteng ekologis penting di kaki Gunung Tambora yang memerlukan perhatian serius untuk menjaga keseimbangan alam.
Pilar Utama Kegiatan
Melalui donasi Anda, Yayasan Teduhi Bumi Indonesia berkomitmen untuk menjalankan lima misi utama:
Reboisasi & Konservasi Hutan
Mengembalikan fungsi hutan yang terdegradasi dengan menanam bibit pohon produktif dan endemik. Hal ini bertujuan untuk memulihkan "paru-paru" dunia dan menekan laju perubahan iklim.
Perlindungan Sumber Mata Air
Pohon yang kita tanam berfungsi sebagai penyerap air tanah alami. Dengan menjaga tutupan hutan di Desa Tambora, kita memastikan ketersediaan air bersih bagi warga dan generasi mendatang tetap terjaga.
Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Hutan yang sehat adalah rumah bagi berbagai flora dan fauna. Kegiatan ini berupaya memulihkan ekosistem agar rantai makanan dan kekayaan hayati di kawasan Tambora tetap lestari.
Dampak Ekonomi Masyarakat Lokal
Kami tidak hanya menanam lalu pergi. Jenis bibit yang dipilih memiliki nilai ekonomis (seperti pohon buah atau komoditas hutan non-kayu) yang hasilnya dapat dikelola oleh warga desa, sehingga konservasi berjalan selaras dengan kesejahteraan.
Mengapa Donasi Anda Begitu Berarti?
Setiap rupiah yang Anda donasikan bukan hanya ditukar dengan bibit pohon, melainkan sebuah investasi ekologis. Oksigen yang dihasilkan dari pohon-pohon ini akan dihirup oleh siapa saja tanpa batas, menjadikannya sebuah amal jariyah yang terus mengalir selama pohon tersebut berdiri dan memberi manfaat.
Di Desa Tambora, kita tidak hanya menanam pohon; kita sedang menanam harapan untuk bumi yang lebih teduh.

Bagikan tautan ke media sosial