RUN FOR ZERO DOSE (ENGLISH VERSION)
42.195 Kilometers for Every Child’s Right to Immunization
BMW-Berlin Marathon 2026 | 27 September 2026
On 27 September 2026, I will run an astounding 42.195 kilometers at the BMW BERLIN MARATHON—not only as a personal accomplishment but with a greater purpose: to reach zero-dose children in Indonesia. This marathon represents not just a personal challenge but a solemn commitment to help decrease the number of zero-dose children in Indonesia.
Every single kilometre I run will symbolize a pledge: to seek out children who are still unreached, to bring immunization services closer to their communities, and to strive for a world where no child is left vulnerable due to the circumstances of their birth or the inaccessibility of healthcare services in their area.
One Marathon. One Mission. Zero Children Left Behind.
Why Zero-Dose Children Matter
A zero-dose child is commonly identified as a child who has not received the first dose of a diphtheria-, tetanus- and pertussis-containing vaccine, known as DTP1. This indicator is used as a proxy for children who have not been reached by routine immunization services.
These children are often not missed by vaccination programmes alone. They may also live beyond the reach of other essential services, including primary healthcare, nutrition support, education and social protection.
Without vaccination, children face a higher risk of preventable illnesses such as measles, diphtheria, pertussis, tetanus, polio and other potentially disabling or fatal diseases.
Reaching a zero-dose child is therefore more than delivering a vaccine. It is an opportunity to connect an underserved child and family with the wider health system.
Additionally, the latest WHO/UNICEF Estimates of National Immunization Coverage (WUENIC 2025, released July 2026) presents an optimistic view of progress in Indonesia, yet the challenge persists.
· The number of zero-dose children in Indonesia has decreased from 748,000 in 2024 to 657,000 in 2025 .
· Coverage for DTP3 and HepB3 vaccinations has risen from 78% to 82% , indicating that more than 3.6 million children completed their foundational immunization schedules in 2025.
· Despite this progress, over half a million Indonesian children continue to lack routine immunization services.
· Many of these zero-dose children reside in remote, underserved, urban impoverished, migrant, and geographically isolated areas where access to medical services is exceedingly difficult.
Vaccinations represent one of the most effective and cost-efficient public health interventions. Ensuring that every child receives life-saving vaccines is critical to fulfilling the Immunization Agenda 2030, which pledges to leave no one behind.
Why I Run
A marathon is a test of endurance, resilience, and determination.
The mission to ensure that every child has access to vaccines demands similar qualities.
It is a Personal Commitment
With every stride I take in Berlin, I hope to embody the tireless effort of healthcare workers who traverse rivers, ascend mountains, navigate islands, and actively engage communities to deliver life-saving immunizations to children. Crossing the finish line will symbolize something far greater than merely completing a marathon—it will represent collective action, solidarity, and our shared belief that every child’s well-being matters.
How You Can Help
Donate
Your generous contribution can help facilitate outreach activities, community mobilization, health worker engagement, and the crucial effort to reach underserved children. Funds raised will be directed to selected local health centers. A donation of any size is a powerful statement that every child matters. Every contribution counts.
None of the funds raised will be allocated for personal expenses related to traveling to the BMW-Berlin Marathon 2026.
Share
Help spread awareness of this campaign within your networks, on social media, and among your communities.
Advocate
Assist in amplifying the message that every child deserves access to crucial life-saving vaccines.
Other Ways to Support the Campaign
While not everyone is in a position to donate, everyone can play a role in this initiative.
Share this campaign with family, friends, and professional circles. Consider sponsoring one of my runs. Share why the mission to support zero-dose children is significant. Follow my quest and motivate others to take action.
Use the campaign hashtags:
#RunForZeroDose
#EveryChildImmunized
#ZeroDoseIndonesia
#BerlinMarathon2026
#NoChildLeftBehind
Follow the Road to Berlin
In the upcoming 10 weeks, I will share:
· Updates on training milestones and long runs.
· Stories highlighting immunization efforts and the remarkable dedication to reduce the zero dose
· Progress in fundraising for the campaign
· Updates during the race week and marathon day.
A note about me
Just call me, Fina!
I am a returning runner at the BMW-Berlin Marathon 2025. Last year, I ran for a cause, joining the Charity Run for Children organised by Run For Children, Germany.
This year, I will run in a group, RunDuaSisters, with my friend, my sister, Luna Fitria Kusuma, and create my own cause to reduce the number of zero-dose children in Indonesia.
LARI UNTUK ZERO-DOSE
42,195 Kilometer untuk Hak Setiap Anak Mendapatkan Imunisasi
BMW BERLIN-MARATHON 2026 | 27 September 2026
Pada tanggal 27 September 2026, saya akan berlari sejauh 42,195 kilometer di BMW BERLIN-MARATHON. Bukan sekadar untuk mencapai garis finis atau meraih pencapaian pribadi, tetapi untuk sebuah tujuan yang lebih besar: membantu mengurangi jumlah anak zero-dose di Indonesia.
Maraton ini bukan hanya tantangan fisik bagi saya, tetapi juga merupakan komitmen nyata untuk mendukung upaya memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan haknya atas imunisasi.
Setiap kilometer yang saya tempuh melambangkan sebuah tekad: menjangkau anak-anak yang masih belum tersentuh layanan imunisasi, mendekatkan pelayanan kesehatan ke komunitas mereka, dan mewujudkan dunia di mana tidak ada seorang pun anak yang tertinggal hanya karena tempat mereka dilahirkan atau sulitnya akses terhadap layanan kesehatan.
Satu Maraton. Satu Misi. Tidak Ada Anak yang Tertinggal.
Mengapa Anak Zero-Dose Penting?
Anak zero-dose adalah anak yang belum pernah menerima dosis pertama vaksin yang mengandung difteri, tetanus, dan pertusis (DTP1). Indikator ini digunakan secara global sebagai ukuran jumlah anak yang belum berhasil dijangkau oleh layanan imunisasi rutin.
Anak-anak ini bukan hanya belum menerima vaksin. Mereka juga sering kali hidup di wilayah yang sulit dijangkau berbagai layanan dasar lainnya, termasuk pelayanan kesehatan primer, gizi, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Tanpa imunisasi, mereka menghadapi risiko lebih tinggi terkena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, seperti campak, difteri, pertusis, tetanus, polio, dan berbagai penyakit lain yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.
Menjangkau seorang anak zero-dose berarti lebih dari sekadar memberikan vaksin. Ini adalah kesempatan untuk menghubungkan anak dan keluarganya dengan sistem pelayanan kesehatan secara lebih luas.
Kemajuan Indonesia, Namun Tantangan Masih Besar
Estimasi Cakupan Imunisasi Nasional WHO/UNICEF terbaru (WHO/UNICEF Estimates of National Immunization Coverage/WUENIC 2025, dirilis pada Juli 2026) menunjukkan perkembangan yang menggembirakan bagi Indonesia, meskipun tantangan masih jauh dari selesai.
• Jumlah anak zero-dose di Indonesia menurun dari 748.000 anak pada tahun 2024 menjadi 657.000 anak pada tahun 2025.
• Cakupan imunisasi DTP3 dan HepB3 meningkat dari 78% menjadi 82%, yang berarti lebih dari 3,6 juta anak berhasil menyelesaikan rangkaian imunisasi dasar pada tahun 2025.
Namun demikian, lebih dari setengah juta anak Indonesia masih belum memperoleh layanan imunisasi rutin.
Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah terpencil, wilayah dengan akses kesehatan terbatas, kawasan perkotaan miskin, komunitas migran, maupun wilayah kepulauan dan pegunungan yang sulit dijangkau.
Padahal imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan paling hemat biaya.
Memastikan setiap anak memperoleh vaksin penyelamat jiwa merupakan langkah penting untuk mewujudkan Immunization Agenda 2030, yang berkomitmen memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal (Leave No One Behind).
Mengapa Saya Berlari
Maraton adalah ujian tentang ketahanan, disiplin, dan tekad.
Misi memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap imunisasi juga membutuhkan semangat yang sama.
Ini Adalah Komitmen Pribadi
Di setiap langkah yang saya ambil di jalanan Berlin, saya ingin merepresentasikan perjuangan tanpa lelah para tenaga kesehatan yang menyeberangi sungai, mendaki pegunungan, menempuh pulau-pulau terpencil, dan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah demi memberikan vaksin yang dapat menyelamatkan nyawa anak-anak.
Bagi saya, melewati garis finis bukan sekadar menyelesaikan sebuah maraton.
Garis finis itu akan menjadi simbol aksi bersama, solidaritas, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat.
Bagaimana Anda Dapat Membantu
💙 Donasi
Kontribusi Anda akan membantu mendukung kegiatan penjangkauan masyarakat, mobilisasi komunitas, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta berbagai upaya untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan imunisasi.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang telah dipilih untuk mendukung kegiatan imunisasi.
Berapapun nilai donasi Anda, semuanya berarti.
Karena setiap anak berharga.
Seluruh dana yang terkumpul tidak akan digunakan untuk membiayai perjalanan pribadi saya mengikuti BMW BERLIN-MARATHON 2026.
📣 Sebarkan
Bantu sebarkan kampanye ini kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan komunitas Anda.
Semakin banyak orang mengetahui isu anak zero-dose, semakin besar pula peluang kita untuk menjangkau mereka.
📢 Jadilah Penyampai Pesan
Mari bersama-sama menyuarakan bahwa setiap anak berhak memperoleh vaksin yang dapat menyelamatkan hidupnya.
Cara Lain Mendukung Kampanye Ini
Tidak semua orang dapat berdonasi.
Namun semua orang dapat mengambil bagian.
Anda dapat:
![]()
Gunakan Tagar Kampanye
#RunForZeroDose
#EveryChildImmunized
#ZeroDoseIndonesia
#BerlinMarathon2026
#NoChildLeftBehind
Ikuti Perjalanan Menuju Berlin
Selama 10 minggu menuju BMW BERLIN-MARATHON 2026, saya akan membagikan:
Tentang Saya
Panggil saya Fina!
Saya merupakan pelari yang kembali mengikuti BMW BERLIN-MARATHON, setelah berpartisipasi pada tahun 2025.
Pada tahun lalu, saya berlari untuk sebuah tujuan mulia melalui Charity Run for Children yang diselenggarakan oleh Run For Children, Jerman.
Tahun ini, saya akan berlari bersama tim RunDuaSisters, bersama sahabat saya Luna Fitria Kusuma.
Kami ingin menjadikan setiap langkah kami sebagai gerakan nyata untuk membantu mengurangi jumlah anak zero-dose di Indonesia.
Karena bagi kami, maraton bukan hanya tentang mencapai garis finis.
Maraton adalah kesempatan untuk menghadirkan harapan.
Untuk menggerakkan lebih banyak orang.
RUN FOR ZERO DOSE (ENGLISH VERSION)
42.195 Kilometers for Every Child’s Right to Immunization
BMW-Berlin Marathon 2026 | 27 September 2026
On 27 September 2026, I will run an astounding 42.195 kilometers at the BMW BERLIN MARATHON—not only as a personal accomplishment but with a greater purpose: to reach zero-dose children in Indonesia. This marathon represents not just a personal challenge but a solemn commitment to help decrease the number of zero-dose children in Indonesia.
Every single kilometre I run will symbolize a pledge: to seek out children who are still unreached, to bring immunization services closer to their communities, and to strive for a world where no child is left vulnerable due to the circumstances of their birth or the inaccessibility of healthcare services in their area.
One Marathon. One Mission. Zero Children Left Behind.
Why Zero-Dose Children Matter
A zero-dose child is commonly identified as a child who has not received the first dose of a diphtheria-, tetanus- and pertussis-containing vaccine, known as DTP1. This indicator is used as a proxy for children who have not been reached by routine immunization services.
These children are often not missed by vaccination programmes alone. They may also live beyond the reach of other essential services, including primary healthcare, nutrition support, education and social protection.
Without vaccination, children face a higher risk of preventable illnesses such as measles, diphtheria, pertussis, tetanus, polio and other potentially disabling or fatal diseases.
Reaching a zero-dose child is therefore more than delivering a vaccine. It is an opportunity to connect an underserved child and family with the wider health system.
Additionally, the latest WHO/UNICEF Estimates of National Immunization Coverage (WUENIC 2025, released July 2026) presents an optimistic view of progress in Indonesia, yet the challenge persists.
· The number of zero-dose children in Indonesia has decreased from 748,000 in 2024 to 657,000 in 2025 .
· Coverage for DTP3 and HepB3 vaccinations has risen from 78% to 82% , indicating that more than 3.6 million children completed their foundational immunization schedules in 2025.
· Despite this progress, over half a million Indonesian children continue to lack routine immunization services.
· Many of these zero-dose children reside in remote, underserved, urban impoverished, migrant, and geographically isolated areas where access to medical services is exceedingly difficult.
Vaccinations represent one of the most effective and cost-efficient public health interventions. Ensuring that every child receives life-saving vaccines is critical to fulfilling the Immunization Agenda 2030, which pledges to leave no one behind.
Why I Run
A marathon is a test of endurance, resilience, and determination.
The mission to ensure that every child has access to vaccines demands similar qualities.
It is a Personal Commitment
With every stride I take in Berlin, I hope to embody the tireless effort of healthcare workers who traverse rivers, ascend mountains, navigate islands, and actively engage communities to deliver life-saving immunizations to children. Crossing the finish line will symbolize something far greater than merely completing a marathon—it will represent collective action, solidarity, and our shared belief that every child’s well-being matters.
How You Can Help
Donate
Your generous contribution can help facilitate outreach activities, community mobilization, health worker engagement, and the crucial effort to reach underserved children. Funds raised will be directed to selected local health centers. A donation of any size is a powerful statement that every child matters. Every contribution counts.
None of the funds raised will be allocated for personal expenses related to traveling to the BMW-Berlin Marathon 2026.
Share
Help spread awareness of this campaign within your networks, on social media, and among your communities.
Advocate
Assist in amplifying the message that every child deserves access to crucial life-saving vaccines.
Other Ways to Support the Campaign
While not everyone is in a position to donate, everyone can play a role in this initiative.
Share this campaign with family, friends, and professional circles. Consider sponsoring one of my runs. Share why the mission to support zero-dose children is significant. Follow my quest and motivate others to take action.
Use the campaign hashtags:
#RunForZeroDose
#EveryChildImmunized
#ZeroDoseIndonesia
#BerlinMarathon2026
#NoChildLeftBehind
Follow the Road to Berlin
In the upcoming 10 weeks, I will share:
· Updates on training milestones and long runs.
· Stories highlighting immunization efforts and the remarkable dedication to reduce the zero dose
· Progress in fundraising for the campaign
· Updates during the race week and marathon day.
A note about me
Just call me, Fina!
I am a returning runner at the BMW-Berlin Marathon 2025. Last year, I ran for a cause, joining the Charity Run for Children organised by Run For Children, Germany.
This year, I will run in a group, RunDuaSisters, with my friend, my sister, Luna Fitria Kusuma, and create my own cause to reduce the number of zero-dose children in Indonesia.
LARI UNTUK ZERO-DOSE
42,195 Kilometer untuk Hak Setiap Anak Mendapatkan Imunisasi
BMW BERLIN-MARATHON 2026 | 27 September 2026
Pada tanggal 27 September 2026, saya akan berlari sejauh 42,195 kilometer di BMW BERLIN-MARATHON. Bukan sekadar untuk mencapai garis finis atau meraih pencapaian pribadi, tetapi untuk sebuah tujuan yang lebih besar: membantu mengurangi jumlah anak zero-dose di Indonesia.
Maraton ini bukan hanya tantangan fisik bagi saya, tetapi juga merupakan komitmen nyata untuk mendukung upaya memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan haknya atas imunisasi.
Setiap kilometer yang saya tempuh melambangkan sebuah tekad: menjangkau anak-anak yang masih belum tersentuh layanan imunisasi, mendekatkan pelayanan kesehatan ke komunitas mereka, dan mewujudkan dunia di mana tidak ada seorang pun anak yang tertinggal hanya karena tempat mereka dilahirkan atau sulitnya akses terhadap layanan kesehatan.
Satu Maraton. Satu Misi. Tidak Ada Anak yang Tertinggal.
Mengapa Anak Zero-Dose Penting?
Anak zero-dose adalah anak yang belum pernah menerima dosis pertama vaksin yang mengandung difteri, tetanus, dan pertusis (DTP1). Indikator ini digunakan secara global sebagai ukuran jumlah anak yang belum berhasil dijangkau oleh layanan imunisasi rutin.
Anak-anak ini bukan hanya belum menerima vaksin. Mereka juga sering kali hidup di wilayah yang sulit dijangkau berbagai layanan dasar lainnya, termasuk pelayanan kesehatan primer, gizi, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Tanpa imunisasi, mereka menghadapi risiko lebih tinggi terkena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, seperti campak, difteri, pertusis, tetanus, polio, dan berbagai penyakit lain yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.
Menjangkau seorang anak zero-dose berarti lebih dari sekadar memberikan vaksin. Ini adalah kesempatan untuk menghubungkan anak dan keluarganya dengan sistem pelayanan kesehatan secara lebih luas.
Kemajuan Indonesia, Namun Tantangan Masih Besar
Estimasi Cakupan Imunisasi Nasional WHO/UNICEF terbaru (WHO/UNICEF Estimates of National Immunization Coverage/WUENIC 2025, dirilis pada Juli 2026) menunjukkan perkembangan yang menggembirakan bagi Indonesia, meskipun tantangan masih jauh dari selesai.
• Jumlah anak zero-dose di Indonesia menurun dari 748.000 anak pada tahun 2024 menjadi 657.000 anak pada tahun 2025.
• Cakupan imunisasi DTP3 dan HepB3 meningkat dari 78% menjadi 82%, yang berarti lebih dari 3,6 juta anak berhasil menyelesaikan rangkaian imunisasi dasar pada tahun 2025.
Namun demikian, lebih dari setengah juta anak Indonesia masih belum memperoleh layanan imunisasi rutin.
Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah terpencil, wilayah dengan akses kesehatan terbatas, kawasan perkotaan miskin, komunitas migran, maupun wilayah kepulauan dan pegunungan yang sulit dijangkau.
Padahal imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan paling hemat biaya.
Memastikan setiap anak memperoleh vaksin penyelamat jiwa merupakan langkah penting untuk mewujudkan Immunization Agenda 2030, yang berkomitmen memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal (Leave No One Behind).
Mengapa Saya Berlari
Maraton adalah ujian tentang ketahanan, disiplin, dan tekad.
Misi memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap imunisasi juga membutuhkan semangat yang sama.
Ini Adalah Komitmen Pribadi
Di setiap langkah yang saya ambil di jalanan Berlin, saya ingin merepresentasikan perjuangan tanpa lelah para tenaga kesehatan yang menyeberangi sungai, mendaki pegunungan, menempuh pulau-pulau terpencil, dan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah demi memberikan vaksin yang dapat menyelamatkan nyawa anak-anak.
Bagi saya, melewati garis finis bukan sekadar menyelesaikan sebuah maraton.
Garis finis itu akan menjadi simbol aksi bersama, solidaritas, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat.
Bagaimana Anda Dapat Membantu
💙 Donasi
Kontribusi Anda akan membantu mendukung kegiatan penjangkauan masyarakat, mobilisasi komunitas, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta berbagai upaya untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan imunisasi.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang telah dipilih untuk mendukung kegiatan imunisasi.
Berapapun nilai donasi Anda, semuanya berarti.
Karena setiap anak berharga.
Seluruh dana yang terkumpul tidak akan digunakan untuk membiayai perjalanan pribadi saya mengikuti BMW BERLIN-MARATHON 2026.
📣 Sebarkan
Bantu sebarkan kampanye ini kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan komunitas Anda.
Semakin banyak orang mengetahui isu anak zero-dose, semakin besar pula peluang kita untuk menjangkau mereka.
📢 Jadilah Penyampai Pesan
Mari bersama-sama menyuarakan bahwa setiap anak berhak memperoleh vaksin yang dapat menyelamatkan hidupnya.
Cara Lain Mendukung Kampanye Ini
Tidak semua orang dapat berdonasi.
Namun semua orang dapat mengambil bagian.
Anda dapat:
![]()
Gunakan Tagar Kampanye
#RunForZeroDose
#EveryChildImmunized
#ZeroDoseIndonesia
#BerlinMarathon2026
#NoChildLeftBehind
Ikuti Perjalanan Menuju Berlin
Selama 10 minggu menuju BMW BERLIN-MARATHON 2026, saya akan membagikan:
Tentang Saya
Panggil saya Fina!
Saya merupakan pelari yang kembali mengikuti BMW BERLIN-MARATHON, setelah berpartisipasi pada tahun 2025.
Pada tahun lalu, saya berlari untuk sebuah tujuan mulia melalui Charity Run for Children yang diselenggarakan oleh Run For Children, Jerman.
Tahun ini, saya akan berlari bersama tim RunDuaSisters, bersama sahabat saya Luna Fitria Kusuma.
Kami ingin menjadikan setiap langkah kami sebagai gerakan nyata untuk membantu mengurangi jumlah anak zero-dose di Indonesia.
Karena bagi kami, maraton bukan hanya tentang mencapai garis finis.
Maraton adalah kesempatan untuk menghadirkan harapan.
Untuk menggerakkan lebih banyak orang.
Bagikan tautan ke media sosial