Prihatin Keluarga ini Hidup Berdesakan Di Rumah tak Layak Huni

11 March 2025

“Kami khawatir sewaktu-waktu rumah kami roboh dan tak bisa ditempati lagi. Cuma satu-satunya tempat tinggal kami, walaupun begini keadaaannya, sesak,penuh,sempit dan nggak layak huni, tapi kami semua di besarkan disini 4 bersaudara anak dari Emak Kamisem” Ucap pak Sudibyo salah satu anak dari Nenek Kamisem.”

”Bapak kami udah nggak ada, kasian Emak nggak ada yang ngurus, Bapak meninggal karena sakit sudah puluhan tahun lalu kami ditinggalnya, sekarang saya lah yang ngurus Emak , kalo bukan saya mau siapa lagi, kakak-kakak saya udah pada berkeluarga semuanya” sambungnya pak Sudibyo kepada kami saat melakukan Asessment.

Ya, di rumah tak layak huni ini tinggalah 16 orang, diantara yakni Nenek Kamisem, 4 Anak kandung Nenek Kamisem diantara ke empat anaknya ini sudah menikah 3 orang dan masing-masing mereka sudah mempunyai anak atau cucu-cucunya Nek Kamisem termasuk juga ketiga menantunya tinggal di rumah ini. Total keseluruhan yang tinggal di rumah ini ada 16 orang.

Ya, 16 orang ini tinggal di dalam satu atap rumah yang jauh dari kata layak, sempit,sumpek dan tak nyaman. Kehidupan mereka kini bergantung pada satu atap, tetapi bukan tanpa perjuangan

Mereka terpaksa tinggal satu atap lantaran karena faktor ekonomi dan Tempat tinggal yang tak layak huni ini beralamatkan di Dusun Sitinggil RT 010 RW 003 Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. 

Nek Kamisem (58 tahun) yang sudah tua renta dan sering sakit-sakitan ini hanya bisa mengandalkan hasil uang anak-anaknya bekerja, anak pertama Nek Kamisem mengais rezeki dari ngamen, yang ke dua kuli bangunan, yang ketiga buruh di penggilingan padi dan yang ke empat hanya ibu rumah tangga biasa.


Ketiga anaknya sudah menikah dan satu lagi anak yang nomor 3 dari nek Kamisem yang belum menikah yakni Pak Sudibyo ia rela untuk tidak menikah demi membiayai segala kebutuhan Nek Kamisem (ibunya). 


Hanya Pak Sudibyo (34 tahun) lah anak ketiga dari Nek Kamisem yang mengurusi dan merawat sang ibu yakni Nek Kamisem, Nek Kamisem yang sudah sakit-sakitan sejak dulu ini menderita diabetes basah yang sudah parah yang mana terus memakan tubuhnya hingga kering kerontang.

Bukan tidak berbakti anak lainnya, hanya saja ketiga anak lainnya itu sudah mempunyai keluarga masing-masing, yang mana mereka juga kesusahan dalam hal ekonomi

Pak Sudibyo sendiri bekerja di penggilingan padi yang tak jauh dari rumah yang ia tinggali bersama keluarganya, setiap pagi hingga menuju petang ia bekerja dengan penghasilan 20-30 ribu sehari. Penghasilan inilah yang ia gunakan untuk kebutuhannya juga sang Ibu yakni Nek Kamisem.

Dengan penghasilannya segitu ia harus mencukupi segala kebutuhan dirinya dan Nek Kamisem mulai dari makan hingga beli obat untuk penyembuhan Nek Kamisem.

Sahabat Dermawan, Maukah menemani perjuangan Pak Sudibyo dan Nek Kamisem untuk sembuh dan dapat tinggal di rumah yang layak huni? Semoga dengan kita menyisihkan sebagian rezeki kita ini dapat memperingan serta memudahkan perjuangan keluarga pak Sudibyo dan Nek Kamisem

Terima kasih atas kebaikan hati Sahabat Dermawan dan Ayah Bunda. Semoga sedekah yang diberikan akan kembali kepada Sahabat Dermawan dan Ayah Bunda dengan Balasan yang berlipat ganda disisiNya. Aaamiin Ya Rabbal A’alamin

Sahabat bantu sebarkan halaman galang dana ini ke keluarga dan kerabat terdekat agar semakin banyak yang ikut menyantuni anak Yatim Dhuafa. Dan semoga menjadi amal jariyah bagi sahabat juga yaa.. :)

Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!



Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 25.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 181
    hari lagi
Donasi
Mizan Amanah
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Prihatin Keluarga ini Hidup Berdesakan Di Rumah tak Layak Huni

Sosial
Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 25.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 181
    hari lagi
Donasi
11 March 2025

“Kami khawatir sewaktu-waktu rumah kami roboh dan tak bisa ditempati lagi. Cuma satu-satunya tempat tinggal kami, walaupun begini keadaaannya, sesak,penuh,sempit dan nggak layak huni, tapi kami semua di besarkan disini 4 bersaudara anak dari Emak Kamisem” Ucap pak Sudibyo salah satu anak dari Nenek Kamisem.”

”Bapak kami udah nggak ada, kasian Emak nggak ada yang ngurus, Bapak meninggal karena sakit sudah puluhan tahun lalu kami ditinggalnya, sekarang saya lah yang ngurus Emak , kalo bukan saya mau siapa lagi, kakak-kakak saya udah pada berkeluarga semuanya” sambungnya pak Sudibyo kepada kami saat melakukan Asessment.

Ya, di rumah tak layak huni ini tinggalah 16 orang, diantara yakni Nenek Kamisem, 4 Anak kandung Nenek Kamisem diantara ke empat anaknya ini sudah menikah 3 orang dan masing-masing mereka sudah mempunyai anak atau cucu-cucunya Nek Kamisem termasuk juga ketiga menantunya tinggal di rumah ini. Total keseluruhan yang tinggal di rumah ini ada 16 orang.

Ya, 16 orang ini tinggal di dalam satu atap rumah yang jauh dari kata layak, sempit,sumpek dan tak nyaman. Kehidupan mereka kini bergantung pada satu atap, tetapi bukan tanpa perjuangan

Mereka terpaksa tinggal satu atap lantaran karena faktor ekonomi dan Tempat tinggal yang tak layak huni ini beralamatkan di Dusun Sitinggil RT 010 RW 003 Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. 

Nek Kamisem (58 tahun) yang sudah tua renta dan sering sakit-sakitan ini hanya bisa mengandalkan hasil uang anak-anaknya bekerja, anak pertama Nek Kamisem mengais rezeki dari ngamen, yang ke dua kuli bangunan, yang ketiga buruh di penggilingan padi dan yang ke empat hanya ibu rumah tangga biasa.


Ketiga anaknya sudah menikah dan satu lagi anak yang nomor 3 dari nek Kamisem yang belum menikah yakni Pak Sudibyo ia rela untuk tidak menikah demi membiayai segala kebutuhan Nek Kamisem (ibunya). 


Hanya Pak Sudibyo (34 tahun) lah anak ketiga dari Nek Kamisem yang mengurusi dan merawat sang ibu yakni Nek Kamisem, Nek Kamisem yang sudah sakit-sakitan sejak dulu ini menderita diabetes basah yang sudah parah yang mana terus memakan tubuhnya hingga kering kerontang.

Bukan tidak berbakti anak lainnya, hanya saja ketiga anak lainnya itu sudah mempunyai keluarga masing-masing, yang mana mereka juga kesusahan dalam hal ekonomi

Pak Sudibyo sendiri bekerja di penggilingan padi yang tak jauh dari rumah yang ia tinggali bersama keluarganya, setiap pagi hingga menuju petang ia bekerja dengan penghasilan 20-30 ribu sehari. Penghasilan inilah yang ia gunakan untuk kebutuhannya juga sang Ibu yakni Nek Kamisem.

Dengan penghasilannya segitu ia harus mencukupi segala kebutuhan dirinya dan Nek Kamisem mulai dari makan hingga beli obat untuk penyembuhan Nek Kamisem.

Sahabat Dermawan, Maukah menemani perjuangan Pak Sudibyo dan Nek Kamisem untuk sembuh dan dapat tinggal di rumah yang layak huni? Semoga dengan kita menyisihkan sebagian rezeki kita ini dapat memperingan serta memudahkan perjuangan keluarga pak Sudibyo dan Nek Kamisem

Terima kasih atas kebaikan hati Sahabat Dermawan dan Ayah Bunda. Semoga sedekah yang diberikan akan kembali kepada Sahabat Dermawan dan Ayah Bunda dengan Balasan yang berlipat ganda disisiNya. Aaamiin Ya Rabbal A’alamin

Sahabat bantu sebarkan halaman galang dana ini ke keluarga dan kerabat terdekat agar semakin banyak yang ikut menyantuni anak Yatim Dhuafa. Dan semoga menjadi amal jariyah bagi sahabat juga yaa.. :)

Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!




Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu:
@toastr_render