NYATA BIKE FOR CHARITY
Berawal dari Hobi, Mengayuh untuk Pendidikan di Sulawesi
Setiap orang punya cara berbeda untuk menemukan makna dalam hidup.
Bagi Natasha Capirossi, bersepeda bukan sekadar hobi.
Ini adalah ruang untuk bergerak, merenung, dan perlahan menemukan arti.

Sejak lama, Tasya menjadikan bersepeda sebagai bagian dari kesehariannya.
Kayuhan demi kayuhan membawanya melihat lebih banyak, merasakan lebih dalam, hingga menyadari bahwa perjalanan yang ia tempuh bisa menjadi berarti bagi orang lain
Kedekatannya dengan isu pendidikan bukan tanpa alasan.
Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia Pendidikan, ibunya merupakan kepala sekolah di salah satu sekolah swasta di Bandung.
Dari sana, ia belajar bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi tentang membuka jalan hidup seseorang.
Kesadaran itu tidak berhenti sebagai pemahaman pribadi.
Ia memilih untuk terlibat.
Sejak tahun 2019, Tasya menjadi kakak asuh di NYATA Foundation.
Melalui perannya, ia ikut mendampingi perjalanan pendidikan adik-adik asuh di berbagai daerah.
Namun baginya, kontribusi tidak cukup hanya dengan memberi.
Harus ada upaya untuk mengajak lebih banyak orang ikut peduli.
Dari sinilah perjalanan baru itu dimulai.

Melalui NYATA BIKE FOR CHARITY, Tasya mengayuh dengan satu tujuan:
mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang masih berjuang untuk mendapatkannya.
Perjalanan ini bukan perjalanan biasa.
Selama kurang lebih 5 hari, Tasya akan menempuh jarak 860 kilometer di Jerman dan ini adalah sebuah simbol bahwa dari mana pun kita berada, kepedulian tetap bisa menjangkau mereka yang membutuhkan.
Namun dibalik angka dan jarak, ada cerita yang ingin disuarakan.
Perjalanan ini didedikasikan untuk adik-adik di Sulawesi Selatan di salah satu sekolah partner NYATA Foundation.

Di sana, pendidikan hadir dalam dua bentuk: sekolah formal dan sekolah jauh.
Di satu sisi, terdapat sekolah formal dengan 27 murid yang belajar di ruang kelas sederhana yang Bernama SD Anugerah
Di sisi lain, terdapat 47 murid di sekolah jauh, di mana para guru yang sama yang menajar di SD Anugerah harus menempuh perjalanan ke pedalaman hutan di Sulawesi Selatan untuk mengajar di tempat belajar sederhana, yaitu di sebuah tenda biru yang penuh harapan.
Tantangannya bukan hanya soal jarak.

Banyak orang tua yang masih memiliki keterbatasan pemahaman tentang pentingnya pendidikan, sehingga sekolah belum menjadi prioritas dibandingkan bekerja atau menikah di usia dini.
Dalam kondisi seperti ini, peran guru jauh lebih besar dari sekadar pengajar.
Mereka adalah penggerak harapan.
Di sinilah perjalanan Tasya menemukan maknanya.
Setiap kayuhan yang ia lakukan menjadi refleksi dari perjuangan para guru dan anak-anak di SD Anugrah yang terus melangkah meski dengan segala keterbatasan.

Melalui NYATA BIKE FOR CHARITY, kamu bisa menjadi bagian dari #bentukNYATA.
Target donasi sebesar Rp88.800.000 diharapkan dapat mendukung biaya Pendidikan 74 adik asuh selama satu tahun ajaran penuh, sekaligus membantu para guru untuk terus menjangkau adik-adik yang belum mengenal pendidikan.
Bagi mereka, pendidikan bukan sesuatu yang mudah didapatkan.
Namun dengan dukungan bersama, pendidikan akan selalu bisa diperjuangkan.
Setiap kayuhan membawa harapan.
Dan melalui NYATA BIKE FOR CHARITY, harapan itu menjadi nyata.
#MilesForAdikAsuh #WheelsOfHope
dari target Rp 88.800.000
NYATA BIKE FOR CHARITY
Berawal dari Hobi, Mengayuh untuk Pendidikan di Sulawesi
Setiap orang punya cara berbeda untuk menemukan makna dalam hidup.
Bagi Natasha Capirossi, bersepeda bukan sekadar hobi.
Ini adalah ruang untuk bergerak, merenung, dan perlahan menemukan arti.

Sejak lama, Tasya menjadikan bersepeda sebagai bagian dari kesehariannya.
Kayuhan demi kayuhan membawanya melihat lebih banyak, merasakan lebih dalam, hingga menyadari bahwa perjalanan yang ia tempuh bisa menjadi berarti bagi orang lain
Kedekatannya dengan isu pendidikan bukan tanpa alasan.
Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia Pendidikan, ibunya merupakan kepala sekolah di salah satu sekolah swasta di Bandung.
Dari sana, ia belajar bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi tentang membuka jalan hidup seseorang.
Kesadaran itu tidak berhenti sebagai pemahaman pribadi.
Ia memilih untuk terlibat.
Sejak tahun 2019, Tasya menjadi kakak asuh di NYATA Foundation.
Melalui perannya, ia ikut mendampingi perjalanan pendidikan adik-adik asuh di berbagai daerah.
Namun baginya, kontribusi tidak cukup hanya dengan memberi.
Harus ada upaya untuk mengajak lebih banyak orang ikut peduli.
Dari sinilah perjalanan baru itu dimulai.

Melalui NYATA BIKE FOR CHARITY, Tasya mengayuh dengan satu tujuan:
mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang masih berjuang untuk mendapatkannya.
Perjalanan ini bukan perjalanan biasa.
Selama kurang lebih 5 hari, Tasya akan menempuh jarak 860 kilometer di Jerman dan ini adalah sebuah simbol bahwa dari mana pun kita berada, kepedulian tetap bisa menjangkau mereka yang membutuhkan.
Namun dibalik angka dan jarak, ada cerita yang ingin disuarakan.
Perjalanan ini didedikasikan untuk adik-adik di Sulawesi Selatan di salah satu sekolah partner NYATA Foundation.

Di sana, pendidikan hadir dalam dua bentuk: sekolah formal dan sekolah jauh.
Di satu sisi, terdapat sekolah formal dengan 27 murid yang belajar di ruang kelas sederhana yang Bernama SD Anugerah
Di sisi lain, terdapat 47 murid di sekolah jauh, di mana para guru yang sama yang menajar di SD Anugerah harus menempuh perjalanan ke pedalaman hutan di Sulawesi Selatan untuk mengajar di tempat belajar sederhana, yaitu di sebuah tenda biru yang penuh harapan.
Tantangannya bukan hanya soal jarak.

Banyak orang tua yang masih memiliki keterbatasan pemahaman tentang pentingnya pendidikan, sehingga sekolah belum menjadi prioritas dibandingkan bekerja atau menikah di usia dini.
Dalam kondisi seperti ini, peran guru jauh lebih besar dari sekadar pengajar.
Mereka adalah penggerak harapan.
Di sinilah perjalanan Tasya menemukan maknanya.
Setiap kayuhan yang ia lakukan menjadi refleksi dari perjuangan para guru dan anak-anak di SD Anugrah yang terus melangkah meski dengan segala keterbatasan.

Melalui NYATA BIKE FOR CHARITY, kamu bisa menjadi bagian dari #bentukNYATA.
Target donasi sebesar Rp88.800.000 diharapkan dapat mendukung biaya Pendidikan 74 adik asuh selama satu tahun ajaran penuh, sekaligus membantu para guru untuk terus menjangkau adik-adik yang belum mengenal pendidikan.
Bagi mereka, pendidikan bukan sesuatu yang mudah didapatkan.
Namun dengan dukungan bersama, pendidikan akan selalu bisa diperjuangkan.
Setiap kayuhan membawa harapan.
Dan melalui NYATA BIKE FOR CHARITY, harapan itu menjadi nyata.
#MilesForAdikAsuh #WheelsOfHope
Bagikan tautan ke media sosial