Miris Kakek Penjual Bensin Eceran Sering Ditipu Pembeli

11 March 2025

Sering kena tipu saat jual bensin eceran dan tinggal di gubuk reot tak layak huni

Di pinggiran kota Jakarta yang megah dan penuh dengan hiruk pikuk perkotaan tepatnya di Jalan Panda Raya Kec. Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Banten. Hiduplah kakek Marta Usianya menginjak 82 tahun, namun Kakek Marta harus berjuang seorang diri di gubuk derita pemberian orang lain.

Beliau hidup sebatang kara, tanpa anak atau pun istri. Dengan tubuh yang sudah tua dan renta, kakek jualan bensin eceran namun sering kali tertipu oleh pembeli.
Hidup terlantar, fisik yang lemah ,sering sakit-sakitan dan makan pun menunggu pemberian dari tetangganya, inilah yang dirasakan oleh kakek Marta. Bahkan beliau sudah melamar pekerjaan kesana-kemari namun tidak ada yang mau menerimanya karena sudah tua dan tak berdaya.
“saya mah sering banget dek kena tipu, bilangnya nanti dibayar, Di imingi gini “tenang pak rumah saya deket kok, nanti saya bayar bensin nya, modal dan keuntungan dari jual bensin yang saya kena tipu itu ada sekitar 8 jutaan dek, perkiraan segitu” Ujar kek Marta kepada kami sambil melirih.
Selama kurang lebih 10 tahunan kakek Marta berjualan bensin eceran demi bertahan hidup, namun apa daya modal dan keuntungannya tak sebanding dan sering kali terkena tipu oleh orang-orang yang memanfaatkan kondisinya.
 “Udah jadi hal biasa dek saya di tipu begitu, saya cuma punya Allah, malah kadang saya suka ngedoain mereka, ya Allah semoga mereka yang udah menipu saya tolong ya Allah panjangkan umurnya dan sehatkan badannya”
“Apalagi dulu, saya pernah di tabrak mobil pas pulang dari beli bensin di POM, bensin tumpah dan motor rusak, alhamdulillahnya saya nggak apa-apa dek” sambungnya ketika bercerita dengan kami.
Sejak saat itulah ia memutuskan untuk berhenti berjualan bensin eceran diakibatkan modalnya tak ada, dan sejak saat itu pula hidup kakek Marta sebatang kara ini menjadi kelam dan amat sangat memprihatinkan.
Kakek Marta tinggal di sebuah gubuk reot, tak layak huni dan tidak nyaman di atas tanah wakaf milik seseorang yang prihatin akan kondisinya. Gubuk yang ia tinggali ini tak memiliki kamar MCK, terkadang jika kakek Marta ingin ke kamar mandi, ia harus keluar gubuk dan berjalan menuju kamar mandi pemakaman yang tak jauh dari gubuk reot yang ia tinggali saat ini.
Kakek Marta ini juga sering sekali menahan lapar karena tidak ada penghasilan. Menahan sakit dan lapar sampai gemetaran karena tak ada sepeserpun uang untuk beli beras dan makan.
Pasca Kakek  ditabrak sepeda mobil beberapa waktu lalu, sejak itu pula kakek Marta sering sakit lututnya yang membuatnya tak kuat berdiri terlalu lama. Kakek Marta tinggal sebatang kara di Gubuk reot, sempit dan sumpek, dengan alas tidur seadanya.
Bertahun-tahun hidup di sana, Kakek Marta terkadang dihantui rasa takut kehilangan rumah, karena itulah satu-satunya harta yang ia miliki. Tempat berlindung dan tempatnya beristirahat.
Kakek Marta berharap ada bantuan dari tangan orang-orang baik untuk memperbaiki rumahnya agar tidak roboh. Sahabat Baik, kakek Marta sangat membutuhkan bantuanmu, jangan biarkan ia merasa sendirian di dunia ini, yuk bantu ringankan sedikit beban Kakek Marta 
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Kakek Marta dan keluarga dhuafa lainnya.
Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!

Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 102.080

Pencairan Donasi

Rp. 102.080

Bank Account: 139****952
Bank Account Name: Yayasan Mizan Amanah

Dana terkumpul

Rp 110.000

dari target Rp 25.000.000

 
  • 1
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 181
    hari lagi
Donasi
Mizan Amanah
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Miris Kakek Penjual Bensin Eceran Sering Ditipu Pembeli

Sosial
Dana terkumpul

Rp 110.000

 
Target: Rp Rp 25.000.000
  • 1
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 181
    hari lagi
Donasi
11 March 2025

Sering kena tipu saat jual bensin eceran dan tinggal di gubuk reot tak layak huni

Di pinggiran kota Jakarta yang megah dan penuh dengan hiruk pikuk perkotaan tepatnya di Jalan Panda Raya Kec. Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Banten. Hiduplah kakek Marta Usianya menginjak 82 tahun, namun Kakek Marta harus berjuang seorang diri di gubuk derita pemberian orang lain.

Beliau hidup sebatang kara, tanpa anak atau pun istri. Dengan tubuh yang sudah tua dan renta, kakek jualan bensin eceran namun sering kali tertipu oleh pembeli.
Hidup terlantar, fisik yang lemah ,sering sakit-sakitan dan makan pun menunggu pemberian dari tetangganya, inilah yang dirasakan oleh kakek Marta. Bahkan beliau sudah melamar pekerjaan kesana-kemari namun tidak ada yang mau menerimanya karena sudah tua dan tak berdaya.
“saya mah sering banget dek kena tipu, bilangnya nanti dibayar, Di imingi gini “tenang pak rumah saya deket kok, nanti saya bayar bensin nya, modal dan keuntungan dari jual bensin yang saya kena tipu itu ada sekitar 8 jutaan dek, perkiraan segitu” Ujar kek Marta kepada kami sambil melirih.
Selama kurang lebih 10 tahunan kakek Marta berjualan bensin eceran demi bertahan hidup, namun apa daya modal dan keuntungannya tak sebanding dan sering kali terkena tipu oleh orang-orang yang memanfaatkan kondisinya.
 “Udah jadi hal biasa dek saya di tipu begitu, saya cuma punya Allah, malah kadang saya suka ngedoain mereka, ya Allah semoga mereka yang udah menipu saya tolong ya Allah panjangkan umurnya dan sehatkan badannya”
“Apalagi dulu, saya pernah di tabrak mobil pas pulang dari beli bensin di POM, bensin tumpah dan motor rusak, alhamdulillahnya saya nggak apa-apa dek” sambungnya ketika bercerita dengan kami.
Sejak saat itulah ia memutuskan untuk berhenti berjualan bensin eceran diakibatkan modalnya tak ada, dan sejak saat itu pula hidup kakek Marta sebatang kara ini menjadi kelam dan amat sangat memprihatinkan.
Kakek Marta tinggal di sebuah gubuk reot, tak layak huni dan tidak nyaman di atas tanah wakaf milik seseorang yang prihatin akan kondisinya. Gubuk yang ia tinggali ini tak memiliki kamar MCK, terkadang jika kakek Marta ingin ke kamar mandi, ia harus keluar gubuk dan berjalan menuju kamar mandi pemakaman yang tak jauh dari gubuk reot yang ia tinggali saat ini.
Kakek Marta ini juga sering sekali menahan lapar karena tidak ada penghasilan. Menahan sakit dan lapar sampai gemetaran karena tak ada sepeserpun uang untuk beli beras dan makan.
Pasca Kakek  ditabrak sepeda mobil beberapa waktu lalu, sejak itu pula kakek Marta sering sakit lututnya yang membuatnya tak kuat berdiri terlalu lama. Kakek Marta tinggal sebatang kara di Gubuk reot, sempit dan sumpek, dengan alas tidur seadanya.
Bertahun-tahun hidup di sana, Kakek Marta terkadang dihantui rasa takut kehilangan rumah, karena itulah satu-satunya harta yang ia miliki. Tempat berlindung dan tempatnya beristirahat.
Kakek Marta berharap ada bantuan dari tangan orang-orang baik untuk memperbaiki rumahnya agar tidak roboh. Sahabat Baik, kakek Marta sangat membutuhkan bantuanmu, jangan biarkan ia merasa sendirian di dunia ini, yuk bantu ringankan sedikit beban Kakek Marta 
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Kakek Marta dan keluarga dhuafa lainnya.
Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!


Jumlah yang telah dicairkan : Rp. 102.080


Pencairan Donasi

Rp. 102.080

Bank Account: 139****952
Bank Account Name: Yayasan Mizan Amanah


Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu:
@toastr_render