GAZA, PALESTINA - Puing-puing berserakan di seluruh penjuru menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah mereka. Di antara reruntuhan itu, tersisa puing bangunan rumah sakit—yang seharusnya tidak pernah menjadi target serangan. Namun kenyataannya, serangan Israel juga menyasar fasilitas medis, termasuk Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar di Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
Padahal, menurut hukum internasional, rumah sakit harus dilindungi dari segala bentuk serangan karena di dalamnya terdapat petugas medis dan pasien yang rentan. Tetapi, aturan tersebut dilanggar, menyebabkan rumah sakit porak poranda dan menghentikan pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza.
Krisis Belum Berakhir, Bantuan Sangat Dibutuhkan
Pasca pengumuman gencatan senjata, kondisi di Gaza masih jauh dari kata pulih. Situasi tetap krisis, meski bantuan mulai mendapat akses masuk. Dalam masa-masa kritis ini, Kedutaan Besar Indonesia bersama dengan Qudwah Indonesia berkolaborasi dengan 30 lembaga sosial, salah satunya Indonesia Berbagi, untuk membantu membangun kembali Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar di Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar berperan penting sebagai pusat utama yang melayani penduduk Rafah yang berjumlah lebih dari 250.000 jiwa. Selain itu, rumah sakit menjadi prioritas utama. Banyak warga Gaza yang membutuhkan perawatan intensif akibat serangan, sementara fasilitas kesehatan yang ada sudah tidak memadai. Situasi ini semakin genting mengingat serangan di wilayah Utara Jalur Gaza masih terus berlanjut.
Maka dari itu, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui renovasi infrastruktur rumah sakit dan meningkatkan sistem esensial untuk memastikan kelangsungan layanan kesehatan dengan memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Ayo Bersama Kita Bantu!
GAZA, PALESTINA - Puing-puing berserakan di seluruh penjuru menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah mereka. Di antara reruntuhan itu, tersisa puing bangunan rumah sakit—yang seharusnya tidak pernah menjadi target serangan. Namun kenyataannya, serangan Israel juga menyasar fasilitas medis, termasuk Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar di Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
Padahal, menurut hukum internasional, rumah sakit harus dilindungi dari segala bentuk serangan karena di dalamnya terdapat petugas medis dan pasien yang rentan. Tetapi, aturan tersebut dilanggar, menyebabkan rumah sakit porak poranda dan menghentikan pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza.
Krisis Belum Berakhir, Bantuan Sangat Dibutuhkan
Pasca pengumuman gencatan senjata, kondisi di Gaza masih jauh dari kata pulih. Situasi tetap krisis, meski bantuan mulai mendapat akses masuk. Dalam masa-masa kritis ini, Kedutaan Besar Indonesia bersama dengan Qudwah Indonesia berkolaborasi dengan 30 lembaga sosial, salah satunya Indonesia Berbagi, untuk membantu membangun kembali Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar di Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar berperan penting sebagai pusat utama yang melayani penduduk Rafah yang berjumlah lebih dari 250.000 jiwa. Selain itu, rumah sakit menjadi prioritas utama. Banyak warga Gaza yang membutuhkan perawatan intensif akibat serangan, sementara fasilitas kesehatan yang ada sudah tidak memadai. Situasi ini semakin genting mengingat serangan di wilayah Utara Jalur Gaza masih terus berlanjut.
Maka dari itu, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui renovasi infrastruktur rumah sakit dan meningkatkan sistem esensial untuk memastikan kelangsungan layanan kesehatan dengan memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Ayo Bersama Kita Bantu!
Bagikan tautan ke media sosial