Ditengah perjuangan, ada banyak penyandang disabilitas yang
masih kesulitan untuk bisa belajar dan menghafal Al-Qur’an. Dan di tengah
kesukaran itu, ada para pejuang yang tak gentar mendedikasikan diri agar mereka
yang berkebatasan khusus punya kesempatan yang sama untuk bisa mendawamkan
ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Salah satu penerima manfaat adalah Ustadz M. Panggeng.
Beliau mendirikan Yayasan Peduli Kesejahteraan Tunanetra. Sudah puluhan tahun
ia mengabdi. Niat tulusnya hanya satu, supaya kawan-kawannya yang juga
penyandang tunanetra bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Ada kurang lebih 50 disabilitas netra yang belajar di
yayasan yang berlokasi di Kecamatan Pinang Kota Tangerang. Kegiatannya adalah
belajar tahfizh, tahsin, fikih, dizikir sholawat serta pelatihan HP untuk
disabilitas netra.
Kondisi saat ini, yayasan perlu dukungan banyak pihak. Salah satunya adanya kebutuhan utama seperti operasional bisyaroh, operasional harian, pelatihan smartphone dan lainnya.
Mereka adalah Guru-guru disabilitas yang tak kenal lelah mengajarkan santri-santrinya mentaddaburi Qalamullah. Meski dalam keterbatasan, para pahlawan disabilitas ini tetap dengan sabar menjalankan tugasnya. Tentu begitu banyak tantangan yang meraka hadapi di jalan kebaikan ini, tapi tetap mereka jalani tanpa mengharap imbalan apapun.
Untuk itulah, kami mengajak banyak pihak ikut serta membantu kegiatan Guru Ngaji disabilitas netra tetap berjalan baik. Salah satunya memenuhi kebutuhan utama yakni bisyaroh bagi mereka. Insya Allah pahala dari setiap perjuangan dakwah mereka menjadi pintu surga untuk kita yang senantiasa membersamai ikhtiar mereka, Aamiin Allahumma Aamiin
Ditengah perjuangan, ada banyak penyandang disabilitas yang
masih kesulitan untuk bisa belajar dan menghafal Al-Qur’an. Dan di tengah
kesukaran itu, ada para pejuang yang tak gentar mendedikasikan diri agar mereka
yang berkebatasan khusus punya kesempatan yang sama untuk bisa mendawamkan
ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Salah satu penerima manfaat adalah Ustadz M. Panggeng.
Beliau mendirikan Yayasan Peduli Kesejahteraan Tunanetra. Sudah puluhan tahun
ia mengabdi. Niat tulusnya hanya satu, supaya kawan-kawannya yang juga
penyandang tunanetra bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Ada kurang lebih 50 disabilitas netra yang belajar di
yayasan yang berlokasi di Kecamatan Pinang Kota Tangerang. Kegiatannya adalah
belajar tahfizh, tahsin, fikih, dizikir sholawat serta pelatihan HP untuk
disabilitas netra.
Kondisi saat ini, yayasan perlu dukungan banyak pihak. Salah satunya adanya kebutuhan utama seperti operasional bisyaroh, operasional harian, pelatihan smartphone dan lainnya.
Mereka adalah Guru-guru disabilitas yang tak kenal lelah mengajarkan santri-santrinya mentaddaburi Qalamullah. Meski dalam keterbatasan, para pahlawan disabilitas ini tetap dengan sabar menjalankan tugasnya. Tentu begitu banyak tantangan yang meraka hadapi di jalan kebaikan ini, tapi tetap mereka jalani tanpa mengharap imbalan apapun.
Untuk itulah, kami mengajak banyak pihak ikut serta membantu kegiatan Guru Ngaji disabilitas netra tetap berjalan baik. Salah satunya memenuhi kebutuhan utama yakni bisyaroh bagi mereka. Insya Allah pahala dari setiap perjuangan dakwah mereka menjadi pintu surga untuk kita yang senantiasa membersamai ikhtiar mereka, Aamiin Allahumma Aamiin
Bagikan tautan ke media sosial