Dalam sehari, Rozi harus mengganti perban dan kantong colostomy hingga 6 kali. Ia didiagnosis Post Colostomy Hirschsprung, yaitu gangguan pada usus yang menyebabkan feses terjebak di dalam ususnya. Sejak usia 2 tahun, Rozi harus bergantung pada kantong colostomy untuk buang air besar. Saat ini, Rozi sangat membutuhkan bantuan agar bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Demi kesembuhannya, kami sudah berusaha membawanya berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Namun, keterbatasan biaya membuat pengobatan tidak bisa dilanjutkan, sehingga kami terpaksa merawat Rozi di rumah dengan kemampuan seadanya. Selama kurang lebih 6 tahun terakhir, saya merawat Rozi sendiri, termasuk mengganti perban dan kantong colostomy setiap hari. Ayah Rozi bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara kebutuhan Rozi seperti susu, popok, vitamin, dan nutrisi terus berjalan.
Dalam sehari, Rozi harus mengganti perban dan kantong colostomy hingga 6 kali. Ia didiagnosis Post Colostomy Hirschsprung, yaitu gangguan pada usus yang menyebabkan feses terjebak di dalam ususnya. Sejak usia 2 tahun, Rozi harus bergantung pada kantong colostomy untuk buang air besar. Saat ini, Rozi sangat membutuhkan bantuan agar bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Demi kesembuhannya, kami sudah berusaha membawanya berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Namun, keterbatasan biaya membuat pengobatan tidak bisa dilanjutkan, sehingga kami terpaksa merawat Rozi di rumah dengan kemampuan seadanya. Selama kurang lebih 6 tahun terakhir, saya merawat Rozi sendiri, termasuk mengganti perban dan kantong colostomy setiap hari. Ayah Rozi bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara kebutuhan Rozi seperti susu, popok, vitamin, dan nutrisi terus berjalan.
Bagikan tautan ke media sosial