Saat berusia 3 tahun, Fajah menjadi korban tabrak lari yang membuatnya kehilangan sebagian otak dan sebelah tempurung kepala.
Setelah peristiwa tabrak lari itu. Fajah telah menjalani operasi hingga 11 kali. Seluruh operasi itu telah menguras semua tabungan yang dimiliki orang tuanya. Namun kondisi Fajah tak bisa kembali seperti semula.
14 tahun berlalu, kini Fajah telah berusia 17 tahun. Selama bertahun-tahun, Fajah bertahan tanpa sebagian otak dan sebelah tempurung kepalanya. Sepanjang hari Fajah juga harus bergantung pada alat medis yang menempel di tubuhnya.
Kondisi ini membuat Fajah tak bisa melakukan aktivitas apa pun. Ia hanya berbaring lemah dan harus dibantu sang ibu untuk beraktivitas.
Fajah juga semakin sering mengalami kejang hingga membuat orang tuanya panik. Agar kondisinya tetap stabil, Fajah harus jalani terapi dan pengobatan rutin.
Kak, orang tua Fajah kini kesulitan membiayai pengobatan Fajah yang biayanya cukup besar. Ayo kita temani perjuangan Fajah untuk sembuh!
Saat berusia 3 tahun, Fajah menjadi korban tabrak lari yang membuatnya kehilangan sebagian otak dan sebelah tempurung kepala.
Setelah peristiwa tabrak lari itu. Fajah telah menjalani operasi hingga 11 kali. Seluruh operasi itu telah menguras semua tabungan yang dimiliki orang tuanya. Namun kondisi Fajah tak bisa kembali seperti semula.
14 tahun berlalu, kini Fajah telah berusia 17 tahun. Selama bertahun-tahun, Fajah bertahan tanpa sebagian otak dan sebelah tempurung kepalanya. Sepanjang hari Fajah juga harus bergantung pada alat medis yang menempel di tubuhnya.
Kondisi ini membuat Fajah tak bisa melakukan aktivitas apa pun. Ia hanya berbaring lemah dan harus dibantu sang ibu untuk beraktivitas.
Fajah juga semakin sering mengalami kejang hingga membuat orang tuanya panik. Agar kondisinya tetap stabil, Fajah harus jalani terapi dan pengobatan rutin.
Kak, orang tua Fajah kini kesulitan membiayai pengobatan Fajah yang biayanya cukup besar. Ayo kita temani perjuangan Fajah untuk sembuh!
Bagikan tautan ke media sosial