Tak Punya Rumah! Emak Ikah Berjung Hidupi Sang Cucu Seorang Diri

17 February 2026

Di sebuah sudut jalanan, di tengah hiruk pikuk kendaraan dan dinginnya malam, ada seorang lansia tangguh bernama Emak Ikah (60 tahun). Di usia senjanya, Emak Ikah tak kenal lelah menjajakan jagung bakar, berjuang demi sesuap nasi dan masa depan cucu tercintanya.


 
Sejak ditinggal sang suami, Emak Ikah menghadapi kerasnya hidup seorang diri. Setiap hari, dari sore hingga larut malam, Emak setia memanggang jagung di pinggir jalan. Ia selalu membawa serta cucunya saat berjualan, karena sang ibu telah berpulang. Terkadang, sang cucu terlelap di pinggir jalan, dibalut dinginnya malam.


 
Dengan penghasilan tak lebih dari Rp 40.000 sehari, Emak harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan. Bahkan, tak jarang ia terpaksa berpindah-pindah kontrakan karena tak mampu membayar sewa. Dagangannya juga seringkali sepi, apalagi saat turun hujan.
 
Kesedihan mendalam dirasakan Emak Ikah. Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung telah habis terjual untuk biaya pengobatan suami tercinta. Kini, di usia senjanya, Emak hanya bisa tinggal di kontrakan sempit bersama cucunya.
 
Mari bersama ulurkan tangan untuk Emak Ikah! Setiap donasi yang Anda berikan akan sangat berarti bagi Emak dan cucunya.


Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 150.000

dari target Rp 30.000.000

 
  • 2
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 439
    hari lagi
Donasi
WAN Kuningan
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Tak Punya Rumah! Emak Ikah Berjung Hidupi Sang Cucu Seorang Diri

Sosial
Dana terkumpul

Rp 150.000

 
Target: Rp Rp 30.000.000
  • 2
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 439
    hari lagi
Donasi
17 February 2026

Di sebuah sudut jalanan, di tengah hiruk pikuk kendaraan dan dinginnya malam, ada seorang lansia tangguh bernama Emak Ikah (60 tahun). Di usia senjanya, Emak Ikah tak kenal lelah menjajakan jagung bakar, berjuang demi sesuap nasi dan masa depan cucu tercintanya.


 
Sejak ditinggal sang suami, Emak Ikah menghadapi kerasnya hidup seorang diri. Setiap hari, dari sore hingga larut malam, Emak setia memanggang jagung di pinggir jalan. Ia selalu membawa serta cucunya saat berjualan, karena sang ibu telah berpulang. Terkadang, sang cucu terlelap di pinggir jalan, dibalut dinginnya malam.


 
Dengan penghasilan tak lebih dari Rp 40.000 sehari, Emak harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan. Bahkan, tak jarang ia terpaksa berpindah-pindah kontrakan karena tak mampu membayar sewa. Dagangannya juga seringkali sepi, apalagi saat turun hujan.
 
Kesedihan mendalam dirasakan Emak Ikah. Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung telah habis terjual untuk biaya pengobatan suami tercinta. Kini, di usia senjanya, Emak hanya bisa tinggal di kontrakan sempit bersama cucunya.
 
Mari bersama ulurkan tangan untuk Emak Ikah! Setiap donasi yang Anda berikan akan sangat berarti bagi Emak dan cucunya.



Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu: