Bu Asnah Jual Gorengan Demi Nafkahi Ibu Sakit

11 March 2025

Ibu Asnah (43 tahun) setiap hari harus berjuang mencari rezeki untuk kehidupan sehari-hari, 5 tahun sudah sang ibu yakni menderita sakit lumpuh yakni Nek Subaekah (71 tahun). Untuk menyambung hidup, setiap sore hari Ibu Asnah berjalan kaki membawa dan menitipkan gorengannya ke warung-warung untuk dijual.

Terkadang Ibu Asnah hanya bisa menitipkan ke warung-warung dan berjualan dengan waktu yang sangat singkat karena ia harus pulang lagi ke rumah, sang Ibu tidak bisa di tinggal dalam waktu yang cukup lama.


”Aku khawatir kak kalo ibu di tinggal sendiri di rumah, kadang ibu suka nangis kalo aku kelamaan berjualan di luar rumah” ucap Bu Asnah kepada kami sembari berkaca-kaca.


Ibu Asnah biasanya membuat 100 biji/hari yang dihargakan seribu per biji. Uang itu digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari dan modal untuk jualan dihari esok. Dan dari situlah ia dapat mencukupi kebutuhan sang ibu. 


Sang suami dari Bu Asnah bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang sangat minim, belum lagi bu Asnah dan sang suami sudah memiliki 1 anak yang harus ia biayai juga kebutuhannya. Mereka tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.


Yang mana ketika hujan akan ada bocor dan ketika angin besar akan menjadikan genteng dan bilik sapu ijuknya bergeser serta berjatuhan. Mereka tinggal di daerah tepatnya di Kp pulo RT 15 RW 03 Desa Cilegong Ilir Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten


Aku nggak tau lagi kak kalo ibu udah nggak ada, ngeliat kondisi ibu begini, yang serba apa-apa udah dikasur mulai dari makan sampe BAB/BAK kak” ucap Bu Asnah kepada kami sambil menangis.


Sekarang yang menjadi harapan sekaligus doa hanyalah kepada sang Maha Pencipta, Bu Asnah sering berdoa agar segera menyembuhkan dan mengangkat sakit sang ibu.


Bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari, dukungan untuk pengobatan rutinnya, dan perbaikan rumahnya yang nyaris runtuh, adalah impian sederhana yang kini menjadi harapan terbesarnya. Harapan agar di kehidupan keluarganya Bu Asnah ia bisa menjalani hari-hari dengan lebih layak dan sedikit lebih ringan.


Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Keluarga Bu Asnah dan keluarga dhuafa lainnya.

Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!



Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 25.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 181
    hari lagi
Donasi
Mizan Amanah
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Bu Asnah Jual Gorengan Demi Nafkahi Ibu Sakit

Sosial
Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 25.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 181
    hari lagi
Donasi
11 March 2025

Ibu Asnah (43 tahun) setiap hari harus berjuang mencari rezeki untuk kehidupan sehari-hari, 5 tahun sudah sang ibu yakni menderita sakit lumpuh yakni Nek Subaekah (71 tahun). Untuk menyambung hidup, setiap sore hari Ibu Asnah berjalan kaki membawa dan menitipkan gorengannya ke warung-warung untuk dijual.

Terkadang Ibu Asnah hanya bisa menitipkan ke warung-warung dan berjualan dengan waktu yang sangat singkat karena ia harus pulang lagi ke rumah, sang Ibu tidak bisa di tinggal dalam waktu yang cukup lama.


”Aku khawatir kak kalo ibu di tinggal sendiri di rumah, kadang ibu suka nangis kalo aku kelamaan berjualan di luar rumah” ucap Bu Asnah kepada kami sembari berkaca-kaca.


Ibu Asnah biasanya membuat 100 biji/hari yang dihargakan seribu per biji. Uang itu digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari dan modal untuk jualan dihari esok. Dan dari situlah ia dapat mencukupi kebutuhan sang ibu. 


Sang suami dari Bu Asnah bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang sangat minim, belum lagi bu Asnah dan sang suami sudah memiliki 1 anak yang harus ia biayai juga kebutuhannya. Mereka tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.


Yang mana ketika hujan akan ada bocor dan ketika angin besar akan menjadikan genteng dan bilik sapu ijuknya bergeser serta berjatuhan. Mereka tinggal di daerah tepatnya di Kp pulo RT 15 RW 03 Desa Cilegong Ilir Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten


Aku nggak tau lagi kak kalo ibu udah nggak ada, ngeliat kondisi ibu begini, yang serba apa-apa udah dikasur mulai dari makan sampe BAB/BAK kak” ucap Bu Asnah kepada kami sambil menangis.


Sekarang yang menjadi harapan sekaligus doa hanyalah kepada sang Maha Pencipta, Bu Asnah sering berdoa agar segera menyembuhkan dan mengangkat sakit sang ibu.


Bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari, dukungan untuk pengobatan rutinnya, dan perbaikan rumahnya yang nyaris runtuh, adalah impian sederhana yang kini menjadi harapan terbesarnya. Harapan agar di kehidupan keluarganya Bu Asnah ia bisa menjalani hari-hari dengan lebih layak dan sedikit lebih ringan.


Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Keluarga Bu Asnah dan keluarga dhuafa lainnya.

Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!




Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu:
@toastr_render