Berabad-Abad Harus Antri Panjang Demi Air Bersih

18 August 2023

 

#TemanPeduli, sebagaimana dikatakan oleh beberapa ilmuwan bahwa manusia bisa hidup sekitar 2 sampai 3 bulan. Namun jika manusia tidak hidup dengan meminum air, maka akan hidup selama 3 hari saja. Lalu, bagaimana dengan saudara kita di pelosok negeri yang kesulitan mendapatkan air karena sering dilanda kekeringan?

 

Permasalahan tak mendapat air bersih untuk dikonsumsi hingga dilanda kekeringan, rasanya sudah berabad-abad dirasakan oleh warga Kampung Gunung Perang, Leuwiliang. Bagai tak memiliki kesempatan untuk merasakan fasilitas PDAM atau sumber air lainnya, para warga diharuskan untuk hemat air. 

 

Berbeda dengan masyarakat umumnya yang jika kekeringan bisa membeli air minum dari depot isi ulang air minum terdekat, warga Kampung Gunung Perang hanya bisa menghemat minum. Bahkan menahan diri untuk mencuci piring dan pakaian, mengatur siklus mandi karena air yang sedikit. Debit air yang kecil dan sumber air yang hanya mengandalkan air dari pegunungan yang dialirkan dengan bambu sederhana itupun jaraknya cukup jauh. 

 

Sangat susah mendapatkan sumber mata air di daerah ini, lokasinya yang berada di dataran tinggi ditambah akses jalannya yang hanya bisa dilalui motor. Hal ini dikarenakan medan yang curam, menanjak dan terjal menjadikan daerah ini susah mendapatkan bantuan sumber air dari luar. 

 

Permasalahan air ini sudah lama dirasakan oleh 51 KK yang ada disana dan sudah turun temurun. Sumber air yang dialirkan ke rumah warga juga tak semuanya punya, biasanya alir dialirkan ke jamban komunal tempat aktivitas mandi, cuci dan kakus (MCK) yang digunakan beberapa KK secara bersama-sama.  

 

Jika kalian melihat antrian panjang para warga di subuh hari, itu bukanlah antrian sembako atau bahkan antrian bantuan uang. Namun itu adalah antrian untuk mendapatkan air yang digunakan untuk sekedar memasak, berwudhu atau kebutuhan aktivitas lain.

 

Tak jarang para warga yang sudah mengantri dari jam 04.00 WIB untuk sekedar berwudhu harus sholat setelah pukul 05.00 WIB karena panjangnya antrian di depan bilik MCK. Sumber air yang jauh dan sedikit memaksa mereka untuk menghemat air sebaik mungkin, tak jarang warga jarang mandi, cucian piring yang menumpuk dan baru akan dicuci ketika air sudah banyak dan piring bersih yang digunakan hampir habis. 

 

Maka dari itu, ASAR Humanity mengajakmu untuk alirkan air bersih untuk menghilangkan krisis air yang dirasakan warga kampung Gunung Perang. Bayangkan, betapa besar kebaikan #TemanPeduli dari setiap air yang mengalir pada tubuh mereka. Insya Allah ini menjadi ladang jariyah bagi kita semua.

 

Semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari sedekah air bersih yang kita berikan, semakin banyak pula pahala yang akan mengalir kepada kita. Insya Allah! Yuk, hapus dahaga yang membuat air mata mengalir, dengan mengalirkan mata air sampai pelosok Negeri. 


Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 50.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Campaign telah berakhir/selesai
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Berabad-Abad Harus Antri Panjang Demi Air Bersih Sosial

Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 50.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 0
    hari lagi
Selesai
Campaign telah berakhir/selesai
18 August 2023

 

#TemanPeduli, sebagaimana dikatakan oleh beberapa ilmuwan bahwa manusia bisa hidup sekitar 2 sampai 3 bulan. Namun jika manusia tidak hidup dengan meminum air, maka akan hidup selama 3 hari saja. Lalu, bagaimana dengan saudara kita di pelosok negeri yang kesulitan mendapatkan air karena sering dilanda kekeringan?

 

Permasalahan tak mendapat air bersih untuk dikonsumsi hingga dilanda kekeringan, rasanya sudah berabad-abad dirasakan oleh warga Kampung Gunung Perang, Leuwiliang. Bagai tak memiliki kesempatan untuk merasakan fasilitas PDAM atau sumber air lainnya, para warga diharuskan untuk hemat air. 

 

Berbeda dengan masyarakat umumnya yang jika kekeringan bisa membeli air minum dari depot isi ulang air minum terdekat, warga Kampung Gunung Perang hanya bisa menghemat minum. Bahkan menahan diri untuk mencuci piring dan pakaian, mengatur siklus mandi karena air yang sedikit. Debit air yang kecil dan sumber air yang hanya mengandalkan air dari pegunungan yang dialirkan dengan bambu sederhana itupun jaraknya cukup jauh. 

 

Sangat susah mendapatkan sumber mata air di daerah ini, lokasinya yang berada di dataran tinggi ditambah akses jalannya yang hanya bisa dilalui motor. Hal ini dikarenakan medan yang curam, menanjak dan terjal menjadikan daerah ini susah mendapatkan bantuan sumber air dari luar. 

 

Permasalahan air ini sudah lama dirasakan oleh 51 KK yang ada disana dan sudah turun temurun. Sumber air yang dialirkan ke rumah warga juga tak semuanya punya, biasanya alir dialirkan ke jamban komunal tempat aktivitas mandi, cuci dan kakus (MCK) yang digunakan beberapa KK secara bersama-sama.  

 

Jika kalian melihat antrian panjang para warga di subuh hari, itu bukanlah antrian sembako atau bahkan antrian bantuan uang. Namun itu adalah antrian untuk mendapatkan air yang digunakan untuk sekedar memasak, berwudhu atau kebutuhan aktivitas lain.

 

Tak jarang para warga yang sudah mengantri dari jam 04.00 WIB untuk sekedar berwudhu harus sholat setelah pukul 05.00 WIB karena panjangnya antrian di depan bilik MCK. Sumber air yang jauh dan sedikit memaksa mereka untuk menghemat air sebaik mungkin, tak jarang warga jarang mandi, cucian piring yang menumpuk dan baru akan dicuci ketika air sudah banyak dan piring bersih yang digunakan hampir habis. 

 

Maka dari itu, ASAR Humanity mengajakmu untuk alirkan air bersih untuk menghilangkan krisis air yang dirasakan warga kampung Gunung Perang. Bayangkan, betapa besar kebaikan #TemanPeduli dari setiap air yang mengalir pada tubuh mereka. Insya Allah ini menjadi ladang jariyah bagi kita semua.

 

Semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari sedekah air bersih yang kita berikan, semakin banyak pula pahala yang akan mengalir kepada kita. Insya Allah! Yuk, hapus dahaga yang membuat air mata mengalir, dengan mengalirkan mata air sampai pelosok Negeri. 



Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu: