Saya febi bertempat tinggal di Bengkulu, berusia 36 tahun saat ini, sehari-hari saya mencari nafkah dengan menjadi seorang penjual kue. Saya sendiri sudah 8 tahun menderita Hipertiroid dan masih berjuang untuk bisa sembuh.
Penyakit diawali dengan kesulitan mobilitas parah, hingga 8 tahunnya dibiarkan karena keterbatasan biaya, tubuh juga makin kurus dan fisik semakin lemah, semenjak ada BPJS PBI, saya mendapatkan pengobatan gratis, dan bisa melanjutkan kembali pengobatan penuh saya di rumah sakit.
karena terkendala biaya, pengobatan masih menggunakan cara tradisional, sehingga hasilnya kurang maksimal dan berujung pada penyembuhan yang tidak optimal.
Lahir dari keluarga menengah bawah, ibu yang juga tidak punya penghasilan menentu dengan 5 orang anak yang belum semuanya mandiri, pasien juga bekerja sebagai penjual kue dengan penghasilan di bawah rata-rata upah layak.
Perjuangan berat setelah mengidap penyakit hiprtiroid, karena tubuh yang mudah lelah, mudah berkeringat, dan mudah lemas. pengobatan yang tidak maksimal membuat tubuh menjadi kesulitan beraktivitas, terkadang otot terasa sakit dan sulit untuk bekerja.
Biaya yang dibutuhkan mencapai 15 juta, dimana akan digunakan untuk vitamin, pengobatan diluar rumah sakit, biaya transportasi karena pasien sendiri masih menggunakan ojek untuk pergi kemana-mana, selain itu akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama selama pengobatan rutin dan tidak dalam kondisi prima untuk bekerja.
desakan ekonomi dan keterbatasan biaya, apalagi pasien terbantu dengan bpjs PBI yang sangat meringankan, namun butuh biaya penunjang lainnya yang tidak disediakan rumah sakit dan tidak ditanggung bpjs.
Besar harapan bisa sembuh, dan kembali beraktivitas seperti dahulu kala.
Saya febi bertempat tinggal di Bengkulu, berusia 36 tahun saat ini, sehari-hari saya mencari nafkah dengan menjadi seorang penjual kue. Saya sendiri sudah 8 tahun menderita Hipertiroid dan masih berjuang untuk bisa sembuh.
Penyakit diawali dengan kesulitan mobilitas parah, hingga 8 tahunnya dibiarkan karena keterbatasan biaya, tubuh juga makin kurus dan fisik semakin lemah, semenjak ada BPJS PBI, saya mendapatkan pengobatan gratis, dan bisa melanjutkan kembali pengobatan penuh saya di rumah sakit.
karena terkendala biaya, pengobatan masih menggunakan cara tradisional, sehingga hasilnya kurang maksimal dan berujung pada penyembuhan yang tidak optimal.
Lahir dari keluarga menengah bawah, ibu yang juga tidak punya penghasilan menentu dengan 5 orang anak yang belum semuanya mandiri, pasien juga bekerja sebagai penjual kue dengan penghasilan di bawah rata-rata upah layak.
Perjuangan berat setelah mengidap penyakit hiprtiroid, karena tubuh yang mudah lelah, mudah berkeringat, dan mudah lemas. pengobatan yang tidak maksimal membuat tubuh menjadi kesulitan beraktivitas, terkadang otot terasa sakit dan sulit untuk bekerja.
Biaya yang dibutuhkan mencapai 15 juta, dimana akan digunakan untuk vitamin, pengobatan diluar rumah sakit, biaya transportasi karena pasien sendiri masih menggunakan ojek untuk pergi kemana-mana, selain itu akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama selama pengobatan rutin dan tidak dalam kondisi prima untuk bekerja.
desakan ekonomi dan keterbatasan biaya, apalagi pasien terbantu dengan bpjs PBI yang sangat meringankan, namun butuh biaya penunjang lainnya yang tidak disediakan rumah sakit dan tidak ditanggung bpjs.
Besar harapan bisa sembuh, dan kembali beraktivitas seperti dahulu kala.
Bagikan tautan ke media sosial