#SahabatDermawan, kakak beradik ini hanya ingin tetap bisa hidup layaknya anak pada umumnya dan bisa tetap bersekolah. Mohon jangan abaikan cerita ini, sama-sama bantu mereka yuk!
Perkenalkan namanya Refi (12 tahun), dan Adiknya Rafa (4 tahun). Kedua kakak beradik ini adalah yatim yang mana mereka di tinggal oleh sang ayah meninggal akibat sakit yang di derita yakni asam lambung akut ketika usia Refi 8 tahun dan Rafa masih dalam kandungan yakni usia 2 bulan di kandungan.
4 tahun lebih mereka hidup tanpa sosok kasih sayang dari seorang ayah, yang mana tugas utama sang ayah adalah menafkahi dan memberikan dukungan penuh untuk anak-anaknya, hanya saja takdir berkata lain di kehidupan mereka berdua.
Sejak saat itu sang ibu bersusah payah mengurusi mereka, tinggal di rumah sederhana milik kakek nenek mereka di sanalah mereka dibesarkan tepatnya di Kp.Talangtang Desa Kramatmanik RT 012 RW 005 Kecamatan Angsana Pandeglang Banten.
Dengan berat hati sang ibu meninggalkan kedua anaknya untuk pergi ke luar kota dan sudah 3 tahun ini bekerja di kota menjadi seorang pembantu rumah tangga demi mencukupi kedua anaknya. Tumbuh besar dan jauh dari sang ibu, sang kakek (60 tahun) dan nenek (58 tahun) lah yang merawat Refi dan Rafa hingga saat ini.
Setiap bulan sang ibu yang bekerja di kota dengan pendapatan yang masih terbilang rendah harus menyisihkan rezekinya untuk menghidupi kedua anaknya yang ia tinggalkan di kampung dan tinggal bersama sang nenek kakek.
Melihat kondisi yang serba kekurangan akhirnya sang kakek dan nenek pun ikut mambantu ibu mereka dalam mencari nafkah guna membesarkan kedua putranya tersebut, dengan bermodalkan cangkul dan arit kakek dan nenek ini rela dibayar berapapun oleh sang pemilik sawah dan lahan untuk digarap olehnya.
”Kadang dikasih upah 20-40 ribu itu pun kalo udh beres garapannya kang, kalo belum mah nggak bakalan di bayar, berapapun aja saya mah kang asal ada buat ngasih jajan sama makan Refi sama Rafa” Ujar Nek Rainah kepada Tim relawan Mizan Amanah.

“Emak ama kakek mah sering banget sakit pinggangnya sama lututnya, nggak tau karena cape nggak tau gimana apa usia kali ya yang udh tua begini” lanjutnya.
Refi yang seharusnya kelas 1 SMP dengan keterpaksaan tidak melanjutkan sekolahnya sejak lulus dari SD, sudah terhitung 1 tahun Refi tidak bersekolah karena faktor ekonomi yang di hadapi oleh keluargnya.
”Saya punya cucu kasian banget ngeliatnya, masih kecil-kecil udah harus jadi yatim, nggak bisa lanjutin sekolah karena biaya yang terbatas, kepengennya tuh mereka tumbuh biar terus sekolah” ujar kek Lomri kepada kami Tim Relawan Mizan Amanah saat melakukan assessment.
“Kak, Refi pengen kali sekolah sampai tinggi biar Refi bisa jadi Guru! Biar Refi bisa jadi kebanggaan bagi bapak refi yang udah nggak ada, ada yang lebih kasian kak dari aku, adik aku Rafa yang masih kecil kak” ujar Rafi dengan penuh harapan.
“Refi kangen banget sama bapak, Refi pengen jumpa sama bapak, tapi bapak udah ngga ada, Refi cuma punya ibu sekarang kakek sama nenek juga sama rafa harus bisa jagain adik” kata Refi dengan polosnya.
Ya Allah #SahabatDermawan, betapa sulitnya keluarga ini. Mereka tinggal di rumah yang jauh dari kata layak, upah Kek Lomri dan Nek Rainah hanya cukup membeli makan sehari-hari. Tidak bisa untuk membiayai sang cucu untuk melanjutkan sekolahnya.
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu keluarga Refi dan keluarga dhuafa lainnya.
Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.
Bagikan tautan ke media sosial