KILAU INDONESIA MAJALENGKA
Kilau Indonesia Majalengka kembali menghadirkan program pendampingan pasien berpenyakit khusus yang berasal dari keluarga pra sejahtera.
Iis Widianingsih, seorang wanita tangguh dari Desa Ciputat Kecamatan Sumberjaya yang harus berjuang untuk sembuh. Tak pernah terbayang sebelumnya benjolan kecil yang ia hiraukan dulu saat ini menjadi ancaman kesehatan yang serius baginya. Tumor ganas yang muncul saat itu tak pernah ia duga akan menggerogoti tubuhnya sampai saat ini.
Ibu Iis menjalani hari-hari seperti biasa layaknya orang pada umumnya. Namun penyakit ini bermula saat rasa sesak dan batuk yang tak kunjung reda perlahan mulai mengganggunya. Ia sempat ragu memeriksakan kondisinya karena takut ini merupakan efek benjolan yang selama ini ia hiraukan. Dan benar saja, menurut salah satu dokter dari RS Mitra Plumbon Majalengka Iis mengidap penyakit kanker yang sudah cukup parah dan harus segera menempuh tindakan kemoterapi.
Seketika hatinya hancur dan merasa kecewa akan kondisi yang menimpanya saat itu. Semangat hidupnya menurun dan fikiran buruk kerap kali menghantuinya. Sering kali ketika kambuh Ibu Iis harus merasakan nyeri yang sangat luar biasa dan rasa sesak yang membuatnya berfikir pendek. Namun sang suami tetap memberikan dukungan kepadanya, mengupayakan semua kebutuhannya bahkan ikhlas menjaganya setiap hari agar istrinya tetap semangat untuk sembuh meskipun dengan keterbatasan ekonomi.
Bekerja sebagai penjual jajanan keliling membuat Pak Ujang terkadang harus rela libur hanya untuk mengurusi istrinya. Penghasilan pun menjadi tak menentu. Tak jarang ia rela berhutang untuk membelikan sayuran dan buah untuk istrinya serta untuk keperluan trasnportasi ke Rumah Sakit yang memakan biaya sebesar Rp. 150.000. Beban pun terasa semakin bertambah ketika anak pertamanya sekarang menginjak bangku SMP. Selan itu Pak Ujang pun harus berbagi waktu antara merawat istrinya dan anak bungsunya yang masih kecil.
Kini Ibu Iis sedang berjuang menjalani kemoterapi di RS Mitra Plumbon. Dalam sebulan beliau melakukan kemoterapi sebanyak 2 kali. Dengan sekuat tenaga ia tetap sabar dan tabah meskipun fikiran buruk terkadang mengganggunya. Disaat rambutnya sudah mulai rontok, berat badan perlahan mulai berkurang, dan tenaga yang sudah mulai hilang, namun keinginannya untuk sembuh masih tetap terjaga. Harapan tetaplah harapan. Walau secercah pun masih ada asa dan mukjizat yang ia nantikan. Kini ia pun terus berdoa dan berusaha menjalani hidup dengan sebaik mungkin bersama suami dan anak-anaknya.
Mari kita ringankan beban saudara kita,uluran tangan kita merupakan harapan bagi mereka. Ibu Iis tidak sendiri, kita harus nyalakan asa kehidupan untuknya. Kami Kilau Majalengka menginisiasi program kebaikan ini untuk memudahkan saudara sekalian berdonasi dan ikut membantu untuk kesembuhan Ibu Iis. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat.
SALAM KOLABORATIF
KILAU INDONESIA MAJALENGKA
Kilau Indonesia Majalengka kembali menghadirkan program pendampingan pasien berpenyakit khusus yang berasal dari keluarga pra sejahtera.
Iis Widianingsih, seorang wanita tangguh dari Desa Ciputat Kecamatan Sumberjaya yang harus berjuang untuk sembuh. Tak pernah terbayang sebelumnya benjolan kecil yang ia hiraukan dulu saat ini menjadi ancaman kesehatan yang serius baginya. Tumor ganas yang muncul saat itu tak pernah ia duga akan menggerogoti tubuhnya sampai saat ini.
Ibu Iis menjalani hari-hari seperti biasa layaknya orang pada umumnya. Namun penyakit ini bermula saat rasa sesak dan batuk yang tak kunjung reda perlahan mulai mengganggunya. Ia sempat ragu memeriksakan kondisinya karena takut ini merupakan efek benjolan yang selama ini ia hiraukan. Dan benar saja, menurut salah satu dokter dari RS Mitra Plumbon Majalengka Iis mengidap penyakit kanker yang sudah cukup parah dan harus segera menempuh tindakan kemoterapi.
Seketika hatinya hancur dan merasa kecewa akan kondisi yang menimpanya saat itu. Semangat hidupnya menurun dan fikiran buruk kerap kali menghantuinya. Sering kali ketika kambuh Ibu Iis harus merasakan nyeri yang sangat luar biasa dan rasa sesak yang membuatnya berfikir pendek. Namun sang suami tetap memberikan dukungan kepadanya, mengupayakan semua kebutuhannya bahkan ikhlas menjaganya setiap hari agar istrinya tetap semangat untuk sembuh meskipun dengan keterbatasan ekonomi.
Bekerja sebagai penjual jajanan keliling membuat Pak Ujang terkadang harus rela libur hanya untuk mengurusi istrinya. Penghasilan pun menjadi tak menentu. Tak jarang ia rela berhutang untuk membelikan sayuran dan buah untuk istrinya serta untuk keperluan trasnportasi ke Rumah Sakit yang memakan biaya sebesar Rp. 150.000. Beban pun terasa semakin bertambah ketika anak pertamanya sekarang menginjak bangku SMP. Selan itu Pak Ujang pun harus berbagi waktu antara merawat istrinya dan anak bungsunya yang masih kecil.
Kini Ibu Iis sedang berjuang menjalani kemoterapi di RS Mitra Plumbon. Dalam sebulan beliau melakukan kemoterapi sebanyak 2 kali. Dengan sekuat tenaga ia tetap sabar dan tabah meskipun fikiran buruk terkadang mengganggunya. Disaat rambutnya sudah mulai rontok, berat badan perlahan mulai berkurang, dan tenaga yang sudah mulai hilang, namun keinginannya untuk sembuh masih tetap terjaga. Harapan tetaplah harapan. Walau secercah pun masih ada asa dan mukjizat yang ia nantikan. Kini ia pun terus berdoa dan berusaha menjalani hidup dengan sebaik mungkin bersama suami dan anak-anaknya.
Mari kita ringankan beban saudara kita,uluran tangan kita merupakan harapan bagi mereka. Ibu Iis tidak sendiri, kita harus nyalakan asa kehidupan untuknya. Kami Kilau Majalengka menginisiasi program kebaikan ini untuk memudahkan saudara sekalian berdonasi dan ikut membantu untuk kesembuhan Ibu Iis. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat.
SALAM KOLABORATIF
Bagikan tautan ke media sosial