Bantu Emak Penjual Sayur Keliling Rawat 2 Anak Gangguan Mental

11 March 2025

“Ya Allah, Tolong anugerahi aku dengan kesabaran yang melimpah untuk menafkahi 2 anakku yang gangguan mental sendirian….” ucap Emak Jaenab Sambil melirih kepada kami.

Sepeninggal sang suami, Emak Jaenab (63 Tahun) seorang diri menafkahi Dua anaknya yang memiliki gangguan mental. Tiada hari tanpa beristirahat karena tanpa penghasilan mereka bertiga tidak bisa makan. 

Tinggal di pelosok tepatnya di Kampung Kebon Jambe RT 021 RW 004 Desa Cipeundeuy Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat hiduplah 3 orang dalam 1 rumah yang suasananya bak kapal pecah.

Sebagai pencari nafkah tunggal, Emak Jaenab mencari nafkah dengan jalan kaki berkeliling desa menawarkan sayuran yang ia bawa dari petani. Terkadang penghasilan yang ia dapat 15-25 ribu perhari. 

Emak Jaenab nggak bisa terlalu lama meninggalkan rumah karena dua anaknya, Rulyana (42 Tahun), dan Kurnadi (32 Tahun) menderita gangguan mental. Ia takut kalau mereka tiba-tiba pergi dari rumah tanpa pengawasan dan mengganggu tetangga sekitar. “

“Rumah hancur berantakan, kaca jendela pada pecah karena mereka, mereka ngamuk kalo lagi kumat sakitnya, pernah beberapa minggu lalu kasur di bakar sama mereka” Ucap Emak Jaenab lirih penuh kesedihan. 

Keluarga Emak Jaenab ini hidup di dalam sebuah rumah usang dan tak layak huni. Atap rumah yang terbuat dari asbes sudah retak dan bocor, sehingga saat hujan mereka harus menampung air dengan ember. Kamar-kamar yang tak berpintu dan seluruh ruangan yang penuh dengan coretan dan berantakan.

Emak Jaenab selalu berdoa agar diberikan kesehatan dan umur panjang. Ia sadar, jika ia jatuh sakit, kedua anaknya yang gangguan mental akan kelaparan karena tidak ada yang dapat mencari nafkah. Belum lagi Emak Jaenab sering kali sakit pinggang,lutut dan kaki akibat jalan terlalu jauh menjajakan sayurannya."“Nanti kalau saya sudah nggak ada, siapa yang mau merawat mereka? Keluarga saja tidak ada yang membantu saya” ucap Emak Jaenab. 


Dalam ketegarannya menghadapi ujian hidup, Emak Jaenab diam-diam juga merasa kesepian sejak kepergian suaminya untuk selama-lamanya. Saat ini yang ia harapkan hanya kesehatan dan umur panjang agar bisa merawat kedua anaknya untuk waktu yang lama.

Tapi Emak Jaenab tak bisa berjuang sendirian untuk itu. Bantuanmu sangat diperlukan, Sahabat, jangan biarkan Emak Jaenab sendirian memikul beban keluarga di usia senjanya. Bantu berdonasi untuk ringankan bebannya.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Emak Jaenab dan keluarga dhuafa lainnya.

Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!




Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 25.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 158
    hari lagi
Donasi
Mizan Amanah
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Bantu Emak Penjual Sayur Keliling Rawat 2 Anak Gangguan Mental

Sosial
Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 25.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 158
    hari lagi
Donasi
11 March 2025

“Ya Allah, Tolong anugerahi aku dengan kesabaran yang melimpah untuk menafkahi 2 anakku yang gangguan mental sendirian….” ucap Emak Jaenab Sambil melirih kepada kami.

Sepeninggal sang suami, Emak Jaenab (63 Tahun) seorang diri menafkahi Dua anaknya yang memiliki gangguan mental. Tiada hari tanpa beristirahat karena tanpa penghasilan mereka bertiga tidak bisa makan. 

Tinggal di pelosok tepatnya di Kampung Kebon Jambe RT 021 RW 004 Desa Cipeundeuy Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat hiduplah 3 orang dalam 1 rumah yang suasananya bak kapal pecah.

Sebagai pencari nafkah tunggal, Emak Jaenab mencari nafkah dengan jalan kaki berkeliling desa menawarkan sayuran yang ia bawa dari petani. Terkadang penghasilan yang ia dapat 15-25 ribu perhari. 

Emak Jaenab nggak bisa terlalu lama meninggalkan rumah karena dua anaknya, Rulyana (42 Tahun), dan Kurnadi (32 Tahun) menderita gangguan mental. Ia takut kalau mereka tiba-tiba pergi dari rumah tanpa pengawasan dan mengganggu tetangga sekitar. “

“Rumah hancur berantakan, kaca jendela pada pecah karena mereka, mereka ngamuk kalo lagi kumat sakitnya, pernah beberapa minggu lalu kasur di bakar sama mereka” Ucap Emak Jaenab lirih penuh kesedihan. 

Keluarga Emak Jaenab ini hidup di dalam sebuah rumah usang dan tak layak huni. Atap rumah yang terbuat dari asbes sudah retak dan bocor, sehingga saat hujan mereka harus menampung air dengan ember. Kamar-kamar yang tak berpintu dan seluruh ruangan yang penuh dengan coretan dan berantakan.

Emak Jaenab selalu berdoa agar diberikan kesehatan dan umur panjang. Ia sadar, jika ia jatuh sakit, kedua anaknya yang gangguan mental akan kelaparan karena tidak ada yang dapat mencari nafkah. Belum lagi Emak Jaenab sering kali sakit pinggang,lutut dan kaki akibat jalan terlalu jauh menjajakan sayurannya."“Nanti kalau saya sudah nggak ada, siapa yang mau merawat mereka? Keluarga saja tidak ada yang membantu saya” ucap Emak Jaenab. 


Dalam ketegarannya menghadapi ujian hidup, Emak Jaenab diam-diam juga merasa kesepian sejak kepergian suaminya untuk selama-lamanya. Saat ini yang ia harapkan hanya kesehatan dan umur panjang agar bisa merawat kedua anaknya untuk waktu yang lama.

Tapi Emak Jaenab tak bisa berjuang sendirian untuk itu. Bantuanmu sangat diperlukan, Sahabat, jangan biarkan Emak Jaenab sendirian memikul beban keluarga di usia senjanya. Bantu berdonasi untuk ringankan bebannya.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, Sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Emak Jaenab dan keluarga dhuafa lainnya.

Terima kasih Sahabat Dermawan, Teruslah menjadi baik agar semakin banyak yang terbantu atas kebaikan Sahabat.

Bersama Mizan Amanah, Ringankan Kebaikan Beratkan Timbangan!!!





Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu:
@toastr_render