Assalamualaikum sahabat ayo bantu..
Perkenalkan ibu Asiah (54 thn), seorang pedagang gorengan sederhana di warung kecil nya, kini harus berjuang melawan penyakit jantung yang menggerogoti tubuhnya..

Sejak suaminya tiada, beban hidup terasa semakin berat, terlebih anak yang diharapkannya menjadi sandaran justru baru saja kehilangan pekerjaan karena pengurangan karyawan. Di tengah kondisi itu, bayang-bayang biaya pengobatan terus menghantui dan langkahnya semakin berat..
Sejak 2020 lalu, Ibu Asiah sudah mulai merasa nyeri pada dadanya karena jantungnya yang membengkak. Awalnya ia hanya menjalani terapi bulanan, namun tak kunjung membaik hingga akhirnya Ia dirujuk ke rumah sakit besar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jantung Ibu Asiah mengalami penyumbatan, tekanan darah tinggi, serta kolesterol. Operasi pemasangan ring jantung pun dijalani Ibu Asiah, meski berat sekali rasanya, tapi itu satu-satunya jalan untuk kesembuhan Ibu Asiah.

Syukurlah, saat ini kondisi Ibu Asiah sedikit membaik, namun sesak napas, nyeri dada, dan rasa sakit di punggung masih setia membayanginya. Hidupnya berubah total. Tak ada lagi berjualan gorengan, membersihkan rumah, atau bercengkerama dengan tetangga. Bergerak sedikit saja membuat tubuhnya lelah.
Meski tak bisa melakukan aktivitas apapun, tapi Ibu Asiah tak menyerah untuk kesembuhannya. Ia selalu menyunggingkan senyuman, selalu menutupi rasa sakit yang Ia rasakan agar anaknya tak cemas.
Namun perjuangan itu belum selesai. Ibu Asiah masih harus menjalani operasi pemasangan ring jantung lanjutan karena kebocoran di beberapa titik pada jantungnya. Sayangnya, biaya menjadi penghalang terbesar.
Sumber penghasilan keluarga sudah tak ada lagi. Selama ini ia hanya bisa bertahan dengan pinjaman dari kerabat, bahkan sampai menjual motor kesayangannya. Saat ini Ibu Asiah membutuhkan biaya untuk ongkos transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, pampers dewasa dan kebutuhan lainnya.
tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp10.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Asiah tetap punya harapan untuk sembuh..
Assalamualaikum sahabat ayo bantu..
Perkenalkan ibu Asiah (54 thn), seorang pedagang gorengan sederhana di warung kecil nya, kini harus berjuang melawan penyakit jantung yang menggerogoti tubuhnya..

Sejak suaminya tiada, beban hidup terasa semakin berat, terlebih anak yang diharapkannya menjadi sandaran justru baru saja kehilangan pekerjaan karena pengurangan karyawan. Di tengah kondisi itu, bayang-bayang biaya pengobatan terus menghantui dan langkahnya semakin berat..
Sejak 2020 lalu, Ibu Asiah sudah mulai merasa nyeri pada dadanya karena jantungnya yang membengkak. Awalnya ia hanya menjalani terapi bulanan, namun tak kunjung membaik hingga akhirnya Ia dirujuk ke rumah sakit besar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jantung Ibu Asiah mengalami penyumbatan, tekanan darah tinggi, serta kolesterol. Operasi pemasangan ring jantung pun dijalani Ibu Asiah, meski berat sekali rasanya, tapi itu satu-satunya jalan untuk kesembuhan Ibu Asiah.

Syukurlah, saat ini kondisi Ibu Asiah sedikit membaik, namun sesak napas, nyeri dada, dan rasa sakit di punggung masih setia membayanginya. Hidupnya berubah total. Tak ada lagi berjualan gorengan, membersihkan rumah, atau bercengkerama dengan tetangga. Bergerak sedikit saja membuat tubuhnya lelah.
Meski tak bisa melakukan aktivitas apapun, tapi Ibu Asiah tak menyerah untuk kesembuhannya. Ia selalu menyunggingkan senyuman, selalu menutupi rasa sakit yang Ia rasakan agar anaknya tak cemas.
Namun perjuangan itu belum selesai. Ibu Asiah masih harus menjalani operasi pemasangan ring jantung lanjutan karena kebocoran di beberapa titik pada jantungnya. Sayangnya, biaya menjadi penghalang terbesar.
Sumber penghasilan keluarga sudah tak ada lagi. Selama ini ia hanya bisa bertahan dengan pinjaman dari kerabat, bahkan sampai menjual motor kesayangannya. Saat ini Ibu Asiah membutuhkan biaya untuk ongkos transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, pampers dewasa dan kebutuhan lainnya.
tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp10.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Asiah tetap punya harapan untuk sembuh..
Bagikan tautan ke media sosial