Pak Ari awalnya hanya merasakan sakit perut biasa dan mengalami kesulitan buang air besar (BAB). Namun, pada bulan Mei 2025, Pak Ari mulai mengalami BAB berdarah yang terjadi terus-menerus setiap kali buang air besar. Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa Pak Ari untuk berobat ke fasilitas kesehatan. Setelah menjalani pemeriksaan medis, Pak Ari didiagnosis menderita tumor usus besar yang menyebabkan kesulitan BAB dan perdarahan saat BAB.
Untuk menangani kondisi tersebut, Pak Ari telah menjalani operasi pembuatan stoma, sehingga saluran pembuangan kini berada di bagian perut. Sejak operasi, Pak Ari harus menggunakan kantong kolostomi setiap kali BAB. Namun, harga kantong kolostomi cukup mahal sehingga menjadi beban bagi Pak Ari dan keluarganya. Karena keterbatasan biaya, terkadang Pak Ari terpaksa menggunakan kantong plastik biasa atau perban sebagai pengganti. Selain itu, biaya pengobatan medis yang harus dijalani juga cukup besar.
Saat ini, Pak Ari telah menjalani kemoterapi selama tujuh bulan. Jika rangkaian kemoterapi terhenti, ada risiko harus mengulang pengobatan dari awal. Sayangnya, biaya transportasi untuk menjalani pengobatan menjadi kendala besar karena keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang mencukupi.
Jarak dari rumah Pak Ari ke rumah sakit sekitar 360 kilometer pulang-pergi. Selain biaya transportasi, keluarga juga harus menanggung biaya hidup selama menjalani pengobatan. Karena keterbatasan ekonomi, saat ini Pak Ari hanya dapat melakukan perawatan secara mandiri di rumah dengan fasilitas seadanya. Bahkan, jadwal kemoterapi ke-8 terpaksa terlewat karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan medis.
Pak Ari awalnya hanya merasakan sakit perut biasa dan mengalami kesulitan buang air besar (BAB). Namun, pada bulan Mei 2025, Pak Ari mulai mengalami BAB berdarah yang terjadi terus-menerus setiap kali buang air besar. Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa Pak Ari untuk berobat ke fasilitas kesehatan. Setelah menjalani pemeriksaan medis, Pak Ari didiagnosis menderita tumor usus besar yang menyebabkan kesulitan BAB dan perdarahan saat BAB.
Untuk menangani kondisi tersebut, Pak Ari telah menjalani operasi pembuatan stoma, sehingga saluran pembuangan kini berada di bagian perut. Sejak operasi, Pak Ari harus menggunakan kantong kolostomi setiap kali BAB. Namun, harga kantong kolostomi cukup mahal sehingga menjadi beban bagi Pak Ari dan keluarganya. Karena keterbatasan biaya, terkadang Pak Ari terpaksa menggunakan kantong plastik biasa atau perban sebagai pengganti. Selain itu, biaya pengobatan medis yang harus dijalani juga cukup besar.
Saat ini, Pak Ari telah menjalani kemoterapi selama tujuh bulan. Jika rangkaian kemoterapi terhenti, ada risiko harus mengulang pengobatan dari awal. Sayangnya, biaya transportasi untuk menjalani pengobatan menjadi kendala besar karena keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang mencukupi.
Jarak dari rumah Pak Ari ke rumah sakit sekitar 360 kilometer pulang-pergi. Selain biaya transportasi, keluarga juga harus menanggung biaya hidup selama menjalani pengobatan. Karena keterbatasan ekonomi, saat ini Pak Ari hanya dapat melakukan perawatan secara mandiri di rumah dengan fasilitas seadanya. Bahkan, jadwal kemoterapi ke-8 terpaksa terlewat karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan medis.
Bagikan tautan ke media sosial