Lansia 68 Tahun Bertahan Hidup Dengan Jual Buah-Buahan Keliling

15 January 2026

Abah Ukro (68 tahun), setiap hari dari pagi hingga malan menyusuri jalanan dengan langkah pelan. Di pundaknya tergantung dagangan sederhana buah-buahan dan telur puyuh. Usianya tak lagi muda, tapi ia tetap berjalan lebih dari 15 kilometer setiap hari, berharap ada orang yang mau membelinya.

Saat lelah tak tertahankan, Abah duduk di pinggir jalan. Mengumpulkan tenaga agar bisa kembali melangkah. Sudah delapan tahun Abah merantau dari Banjar ke Bandung, bertahan hidup sebagai pedagang asongan tanpa penghasilan tetap.

Penghasilannya terus menurun. Dalam sehari, Abah hanya membawa pulang sekitar Rp10.000–Rp20.000, itu pun jika dagangannya habis. Jika tidak, ia pulang dengan tangan kosong, menahan lapar dan letih yang tak terucap.

Abah tinggal di kontrakan kecil bersama adiknya. Dari penghasilan yang sangat terbatas itu, ia harus membayar kontrakan, membeli beras, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sering kali tak cukup, tapi Abah tak pernah berhenti berusaha.

Yuk kita ringankan langkah Abah Ukro! sekecil apapun bantuanmu, akan sangat berarti untuk Abah.


Belum ada update
Dana terkumpul

Rp 0

dari target Rp 30.000.000

 
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 1447
    hari lagi
Donasi
Wujud Aksi Nyata
Donasi
Ayobantu Indonesia
AyoBantu Galang Dana

Jadi fundraiser untuk campaign ini

Gabung

Lansia 68 Tahun Bertahan Hidup Dengan Jual Buah-Buahan Keliling

Sosial
Dana terkumpul

Rp 0

 
Target: Rp Rp 30.000.000
  • 0
    Donasi
  • 0
    Bagikan
  • 1447
    hari lagi
Donasi
15 January 2026

Abah Ukro (68 tahun), setiap hari dari pagi hingga malan menyusuri jalanan dengan langkah pelan. Di pundaknya tergantung dagangan sederhana buah-buahan dan telur puyuh. Usianya tak lagi muda, tapi ia tetap berjalan lebih dari 15 kilometer setiap hari, berharap ada orang yang mau membelinya.

Saat lelah tak tertahankan, Abah duduk di pinggir jalan. Mengumpulkan tenaga agar bisa kembali melangkah. Sudah delapan tahun Abah merantau dari Banjar ke Bandung, bertahan hidup sebagai pedagang asongan tanpa penghasilan tetap.

Penghasilannya terus menurun. Dalam sehari, Abah hanya membawa pulang sekitar Rp10.000–Rp20.000, itu pun jika dagangannya habis. Jika tidak, ia pulang dengan tangan kosong, menahan lapar dan letih yang tak terucap.

Abah tinggal di kontrakan kecil bersama adiknya. Dari penghasilan yang sangat terbatas itu, ia harus membayar kontrakan, membeli beras, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sering kali tak cukup, tapi Abah tak pernah berhenti berusaha.

Yuk kita ringankan langkah Abah Ukro! sekecil apapun bantuanmu, akan sangat berarti untuk Abah.



Belum ada update

Harapan #TemanPeduli
Fundraiser
Gabung
Kamu juga bisa bantu: