Ada rasa yang sulit dijelaskan di 10 malam terakhir Ramadhan. Semacam kekhawatiran yang indah — jangan sampai terlewat.
Lailatul Qadar disebut lebih baik dari seribu bulan. Bukan karena kita bisa mengklaimnya, tapi karena kemuliaannya nyata — dan kita dianjurkan untuk menjemputnya dengan seluruh yang kita punya.
Salah satu cara menjemputnya: wakaf.
Bukan karena wakaf menjamin pahala berlipat secara otomatis — tapi karena wakaf adalah amal yang tidak berhenti. Selama madrasah itu berdiri, selama sumur itu mengalir, selama Al-Qur'an itu dibaca — pahalamu terus bergerak. Melewati malam demi malam, tahun demi tahun.
Jika di antara malam-malam itu ada Lailatul Qadar... bayangkan apa yang mengalir untukmu.
Ini bukan janji kami. Ini janji Allah yang kami yakini bersama.
Ada rasa yang sulit dijelaskan di 10 malam terakhir Ramadhan. Semacam kekhawatiran yang indah — jangan sampai terlewat.
Lailatul Qadar disebut lebih baik dari seribu bulan. Bukan karena kita bisa mengklaimnya, tapi karena kemuliaannya nyata — dan kita dianjurkan untuk menjemputnya dengan seluruh yang kita punya.
Salah satu cara menjemputnya: wakaf.
Bukan karena wakaf menjamin pahala berlipat secara otomatis — tapi karena wakaf adalah amal yang tidak berhenti. Selama madrasah itu berdiri, selama sumur itu mengalir, selama Al-Qur'an itu dibaca — pahalamu terus bergerak. Melewati malam demi malam, tahun demi tahun.
Jika di antara malam-malam itu ada Lailatul Qadar... bayangkan apa yang mengalir untukmu.
Ini bukan janji kami. Ini janji Allah yang kami yakini bersama.
Bagikan tautan ke media sosial